MEDIALOKAL.CO — Kebakaran hutan dan lahan di TNWK sepanjang tahun ini mencapai 16 kali kejadian, dengan puncak eskalasi terjadi pada Agustus akibat fenomena El Nino dan angin kencang. Peristiwa terbesar tercatat pada 27–28 Agustus, menghanguskan 912 hektar di wilayah utara taman nasional sebelum tim gabungan berhasil memadamkan api total pada pukul 18.45 WIB.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Haris Almashari menegaskan, pengendalian karhutla tidak bisa dibebankan hanya kepada pengelola taman nasional. "Komisi IV DPR RI hadir untuk mendengarkan aspirasi, mengidentifikasi kebutuhan anggaran dan kebijakan, serta memastikan fungsi pengawasan berjalan secara optimal," ujarnya dalam kunjungan kerja spesifik, Kamis (3/9/2026).
Luas Terdampak dan Hambatan di Lapangan
Kepala Balai Besar TN Way Kambas Zaidi melaporkan, kebakaran didominasi vegetasi semak rawa dan padang alang-alang yang tersebar di enam resort bagian barat, berbatasan langsung dengan pemukiman warga. Titik api di kawasan lahan gambut masih terpantau melalui pemantauan kamera drone dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyebut penanganan di lapangan menghadapi kendala keterbatasan akses kendaraan, sumber air, serta sarana prasarana pemadaman. "Walaupun akses tersebut sangat sulit dijangkau, alhamdulillah dalam waktu satu hari kebakaran di hotspot yang pertama dapat dikendalikan," jelasnya.
Pemerintah pusat telah menerjunkan 20 kali water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Helikopter water bombing disiagakan apabila kebakaran kembali meluas.
Dampak Kebakaran dan Kondisi Satwa Kunci
Meski cakupan karhutla cukup luas, Zaidi memastikan populasi satwa kunci tetap aman. TNWK menjadi habitat bagi Harimau Sumatra sekitar 12 ekor, Gajah Sumatra 150–200 ekor liar dan 63 jinak, serta Badak Sumatra yang terpantau sehat.
Kawasan konservasi ini merupakan benteng pelestarian keanekaragaman hayati nasional. Kunjungan Komisi IV DPR menyoroti tiga aspek utama: kesiapsiagaan dan deteksi dini, penanganan dan pemadaman, serta mitigasi dan pemulihan pascakebakaran.
Upaya Pencegahan dan Penegakan Hukum
TNWK memperketat patroli dan membangun sekat bakar untuk mencegah kebakaran berulang. Opsi penegakan hukum tegas disiapkan terhadap aktivitas perburuan liar yang memicu kebakaran.
"Sesuai arahan Gubernur Mirza, tim posko gabungan dan patroli akan terus disiagakan secara intensif minimal hingga Oktober mendatang sampai fenomena El Nino mereda," tegas Zaidi.
Wagub Jihan Nurlela berharap hasil kunjungan Komisi IV DPR dapat mendorong penguatan sarana prasarana serta program penanganan dan pemulihan kawasan pascakebakaran. Sinergi Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sekitar menjadi kunci pengendalian karhutla ke depan.