Telin Punya Jaringan 60,1 Tbps di 38 Negara, Pendapatan Rp 8,88 T

Jaringan internasional Telin dengan kapasitas 60,1 Tbps tersebar di 38 negara dan ditopang 211 titik kehadiran.
Penulis: Ragil
Kamis, 05 November 2026 | 06:01:32 WIB

MEDIALOKAL.CO — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, Telin, mengoperasikan kapasitas jaringan internasional 60,1 terabit per detik (Tbps) yang tersebar di 38 negara hingga September 2026. Jaringan itu ditopang 211 titik kehadiran (point of presence/PoP) dan 33 sistem kabel laut sepanjang 429.167 km. Bagi pelanggan korporasi lintas negara, infrastruktur ini jadi jalur utama pertukaran data dari Asia Tenggara menuju Eropa dan Amerika.

Kapasitas 60,1 Tbps yang dikelola Telin bukan sekadar angka di atas kertas. Jaringan itu menghubungkan kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, Eropa, hingga Amerika, dan menjadi tulang punggung layanan konektivitas bagi perusahaan global yang butuh jalur data antarnegara berkapasitas besar.

Dari sisi pemanfaatan, okupansi jaringan internasional Telin sudah mencapai sekitar 85 persen. Artinya, sebagian besar kapasitas yang tersedia telah terserap layanan pelanggan, menyisakan ruang terbatas untuk pertumbuhan jangka pendek tanpa penambahan infrastruktur baru.

Pendapatan Internasional Tumbuh 5,8 Persen

Kinerja komersial Telin ikut menguat. Pendapatan eksternal internasional perseroan tercatat Rp8,88 triliun, naik 5,8 persen secara tahunan. Layanan konektivitas kabel laut menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka itu menunjukkan lini bisnis luar negeri Telkom tidak lagi sekadar pelengkap. Kabel laut bergerak lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan keseluruhan, tanda bahwa permintaan jalur data lintas negara memang sedang naik.

Batam dan Singapura Jadi Fokus Jalur Baru

Telin sedang menambah jalur kabel laut yang menghubungkan Batam dan Singapura. Proyek Indonesia Cable Express 1 (ICE 1) sudah mencapai tahap pendaratan kabel di Batam pada Juli 2026.

Selain ICE 1, ada proyek INSICA yang ditargetkan beroperasi pada kuartal I/2028. Kehadiran jalur baru ini akan menambah pilihan rute konektivitas antara Indonesia dan Singapura, sekaligus mengurangi ketergantungan pada jalur yang sudah ada.

Pengembangan kabel laut tersebut diarahkan untuk menopang ekosistem pusat data, terutama di kawasan Batam yang berdekatan dengan fasilitas NeutraDC dan Nongsa Digital Park. Konektivitas internasional yang cepat menjadi syarat bagi pusat data untuk melayani klien lintas negara.

Posisi Indonesia di Koridor Data Regional

Manajemen Telkom Indonesia menyebut perluasan jaringan ini sebagai langkah memposisikan Indonesia sebagai pusat regional bagi koridor konektivitas global.

"Memposisikan Indonesia sebagai pusat regional bagi koridor konektivitas global," tulis manajemen Telkom Indonesia dalam paparan kinerja sembilan bulan 2026.

Dengan 211 PoP di 38 negara, Telin bersaing langsung dengan operator kabel laut regional yang lebih dulu membangun jalur. Penambahan ICE 1 dan INSICA akan menentukan apakah kapasitas 60,1 Tbps bisa terus dinaikkan mengikuti permintaan, atau justru tertahan oleh keterbatasan rute.

Bagi Telkom, kontribusi Rp8,88 triliun dari pasar internasional menjadi bantalan di tengah persaingan layanan domestik yang makin ketat. Pertumbuhan 43 persen di segmen kabel laut memberi sinyal bahwa ekspansi ke luar negeri masih menyimpan ruang, asalkan jalur baru rampung sesuai jadwal.

Reporter: Ragil