Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
Umur 65 Tahun Ke Atas, Memiliki Resiko Sebesar 6,8 Menjadi ODP
BENGKALIS, Medialokal.co – Analisis terhadap faktor risiko dengan teori relative risk, katanya, menunjukkan bahwa Orang Dalam Pemantauan (ODP) pada kelompok umur 65 tahun ke atas, memiliki risiko sebesar 6,8 kali lebih besar menjadi Pasien Dalam Pemantauan (PDP Covid-19.
Demikian dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra TH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Alwizar, Selasa, 21 April 2020 kemaren.
“ ODP pada kelompok umur 46 sampai 65 tahun memiliki risiko 1,3 kali lebih besar. Sedangkan ODP pada Kelompok Umur 0-5 tahun memiliki risiko 1,2 kali lebih besar”, jelasnya melalui keterangan tertulis.
Untuk itu sambungnya, kepada setiap Puskesmas dan Rumah Sakit Rujukan diharapkan agar ODP dengan gejala awal pada tiga kelompok umur tersebut dilakukan observasi secara intensif.
“Bila perlu dilakukan observasi di Poli Covid-19 RSUD untuk meminimalisir case fatality rate (angka kematian)” pesannya
Selain itu, Awi juga berharap, bila ada anggota keluarga, saudara, sahabat yang baru datang dari Daerah Transmisi Lokal, atau negara terjangkit, agar menjaga jarak aman.
“Lebih untuk keluarga kita yang berumur 0-5 tahun, 46-65 tahun, dan di atas 65 tahun. Untuk kebaikan dan keselamatan kita bersama," papar Alwizar.
Kepada masyarakat Kabupaten Bengkalis, Awi berharap tetap waspada. terus melaporkan ke Ketua RT atau Ketua RW, jika ada kedatangan tamu dari luar daerah dan menerapkan karantina mandiri bagi tamu tersebut.
“Kemudian, selalu mencuci tangan sampai bersih pakai sabun dan menggunakan masker. Lebih-lebih bila bepergian keluar rumah”.
Dan yang tak kalah penting, sambungnya, menjaga jarak ketika berbicara (physycal distancing) dan menghindari berkerumum, nongkrong, ngumpul-ngumpul (social distancing) terutama pada malam hari.
“Karena tak ada sinar matahari yang dapat membunuh virus Corona pada malam hari. Hal-hal tersebutlah yang paling efektif untuk menghindari Covid-19," jelasnya. ***(Sbi)


Berita Lainnya
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN
Konflik Sawit di Inhu, 1.500 Petani Minta KSO PT TDE Dihentikan
Polda Riau Bangun dan Renovasi 26 Jembatan untuk Keselamatan dan Akses Pendidikan
Babinsa Serka Yadi Yanto: Kami Siap Dukung Kegiatan MBG
Patroli Tapal Batas: Upaya Koramil 07/Reteh Cegah Karhutla
Babinsa Koramil 07/Reteh Rutin Lakukan Komsos di Desa Sangsi Undan
SERTU WISNU HADIR, MUSRENBANG KELURAHAN TEMPULING TAHUN 2027 GARAP RENCANA PEMBANGUNAN