Pilihan
Bosda Akhir 2024 Masih Tunda Bayar, Banyak Kepsek Dikejar Vendor!
Marto Saputra Siap Ditempatkan Dimana Saja!
Pekanbaru Mudahkan Warga Urus PBG, Wako Resmikan Sip Aman
DPP SPKN Nilai Kejati Riau Belum Respon Positif
DPP SPKN Apresiasi Polda Riau Tindak Lanjuti SPPD dan Mamin di DPRD Riau
Pemain Timnas Indonesia Didorong Ikuti Jejak Egy, Witan, dan Asnawi
JAKARTA, MEDIALOKAL,CO -- Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni berharap pemain-pemain Timnas Indonesia keluar dari zona nyaman seperti Egy Maulana, Witan Sulaeman, dan Asnawi Mangkualam.
Maksudnya, pemain Timnas Indonesia mulai meniti karier di luar negeri. Beberapa pemain yang dianggap punya kualifikasi untuk main di luar negeri adalah Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, dan Ricky Kambuaya.
Menurut lelaki yang akrab disapa Bung Kus ini ketiga pemain tersebut berkorban besar di masa mudanya. Ia berharap pemain-pemain Timnas Indonesia yang tampil di Piala AFF 2020 meniru 'jalan ninja' Egy, Witan, dan Asnawi.
"Egy, Witan, Asnawi, ini kan berkorban besar. Bukan hanya berkorban untuk dirinya, tetapi untuk yang lain. Mereka ini kan keluar dari zona nyaman," kata Kusnaeni pada Senin (3/1).
"Saya sih tidak terlalu heran kalau pemain kita bisa tembus ke level Eropa, tetapi levelnya bukan di kompetisi utama. Misalkan kalau di Eropa, ya di Eropa Timur. Kalau Eropa Timur kan tidak seketat di Eropa Barat," ucap Kusnaeni.
"Kalau ke Korea tidak langsung ke K1, ke K2 dulu. Jepang juga, jangan langsung bermimpi langsung ke J1, tetapi ke J2 dulu. Kita lihat pemain Thailand, karena mereka bisa karena punya keberanian dan motivasi," ujarnya.
Terakhir, Kusnaeni mengingatkan pemain untuk tak takut menggunakan jasa agen pemain atau manajer. Dalam industri sepak bola, peran mereka ini sangat vital dalam mengatrol karier, kualitas, dan daya jual pemain.
"Kita juga tidak bisa memungkiri fakta bahwa kita butuh perang orang-orang yang namanya agen. Pemain harus sadar, keluarganya juga, bahwa agen itu peran yang tidak bisa diabaikan," ucapnya.
"Jangan, wah ada agen nanti duitnya jadi kurang. Jangan berpikir ke situnya. Ini era profesional. Semua orang berkontribusi dalam perkembangan karier pemain dan setiap kontribusi itu punya nilai. Ini harus diterima sebagai fakta sepak bola modern," ujarnya mengakhiri.(*)


Berita Lainnya
Ujiyan Kyu Dibuka Dodi Irawan, Sebanyak 325 Karateka dari 16 Dojo Ambil Bagian
Alvi Arfaniar, Siswa SMA 6 Pekanbaru, Raih Kemenangan di Kejuaraan Tinju Nasional "ROOKIE FIGHT" di Jakarta
Pekanbaru Top Team Boxing Camp Turunkan Dua Atlet di Kejuaraan Tinju Rookie Fight
Anggota DPR RI Karmila Sari akan Hadiri Kick Off Open Turnamen Bola Voli di Kuba Rohil
Federasi Aquatik Indonesia Riau Siap Pertandingkan 2.500 Nomor di Riau Open 5
Hut ke 80, Brimob Polda Riau Adakan Event Lari Unik Berkelompok Sejauh 8 KM
Ujiyan Kyu Dibuka Dodi Irawan, Sebanyak 325 Karateka dari 16 Dojo Ambil Bagian
Alvi Arfaniar, Siswa SMA 6 Pekanbaru, Raih Kemenangan di Kejuaraan Tinju Nasional "ROOKIE FIGHT" di Jakarta
Pekanbaru Top Team Boxing Camp Turunkan Dua Atlet di Kejuaraan Tinju Rookie Fight
Anggota DPR RI Karmila Sari akan Hadiri Kick Off Open Turnamen Bola Voli di Kuba Rohil
Federasi Aquatik Indonesia Riau Siap Pertandingkan 2.500 Nomor di Riau Open 5
Hut ke 80, Brimob Polda Riau Adakan Event Lari Unik Berkelompok Sejauh 8 KM