Pilihan
Di Bawah Matahari Kuala Lahang: Bripka Iwan Riadi Menjaga Harapan Yang Tumbuh Di Atas Tanah
KERITANG - Di Kelurahan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, setiap helai daun kacang panjang dan mentimun seolah berbisik tentang harapan. Di situlah Bripka Iwan Riadi berjalan pelan, menyapa tanah, menyapa petani, menyapa masa depan.
Personil Polsek Gaung, Bripka Iwan Riadi, terus melakukan monitoring program ketahanan pangan dengan mengecek langsung pertumbuhan tanaman kacang panjang dan mentimun milik warga. Langkahnya tidak tergesa-gesa. Ia tahu, tanah yang baik butuh waktu, dan hati petani butuh pendampingan.
Melalui kegiatan monitoring rutin ini, Bripka Iwan tidak hanya mencatat berapa tinggi batang yang tumbuh, berapa banyak bunga yang mulai mekar. Ia duduk bersama petani, mendengar keluh tentang cuaca, tentang hama, tentang harapan yang kadang goyah. “Jangan lelah merawat. Tanah tidak pernah ingkar janji kalau kita merawatnya dengan hati,” katanya pelan.
Ia tahu, swasembada pangan bukan hanya soal angka di atas kertas. Ia adalah wajah ibu yang lega karena sayur cukup untuk seminggu, wajah anak yang bisa makan dengan lahap karena hasil kebun orang tuanya bagus. “Kalau petani semangat, kami juga harus lebih semangat mendampingi,” ujarnya.
Di tengah terik, Bripka Iwan membantu merapikan ajir, mengecek kelembaban tanah, dan memberi semangat agar petani tidak menyerah. “Kendala pasti ada. Tapi kalau kita hadapi bersama, tidak ada yang terlalu berat. Polri ada di sini untuk itu,” ujarnya dengan suara yang tenang.
Sinergi antara Polri dan masyarakat di Kuala Lahang terasa nyata. Tidak ada jarak antara seragam dan lumpur di kaki. Yang ada hanya satu tujuan: memastikan setiap tanaman tumbuh sehat, setiap panen memberi manfaat, setiap keluarga merasa aman akan pangan hari esok.
Bripka Iwan percaya, motivasi sering kali lebih penting dari pupuk. “Tanaman bisa layu kalau tidak dirawat. Semangat petani juga bisa layu kalau merasa sendiri. Karena itu kami hadir, supaya mereka tahu, mereka tidak sendiri,” katanya.
Ia berharap, lahan sayur di Kuala Lahang menjadi bukti bahwa desa bisa mandiri. Bahwa dari tanah sekecil pekarangan, bisa lahir kemandirian yang besar. “Kalau semua desa seperti ini, Indonesia tidak perlu khawatir soal pangan,” ujarnya.
Sore itu, angin membawa aroma tanah basah dan harapan yang baru disiram. Di antara baris-baris tanaman, terselip doa agar musim panen nanti membawa berkah. Dan di samping petani, berdiri seorang polisi yang memilih menanam kepercayaan sebelum menanam sayur.
Di Kuala Lahang, Bripka Iwan Riadi tidak hanya memantau tanaman. Ia menjaga semangat, menyiram harapan, dan menunggu bersama warga hingga panen tiba. Karena ketahanan pangan yang sejati, tumbuh dari kebersamaan yang tidak pernah lelah. (*)


Berita Lainnya
Dari Dusun Sigambang Untuk Keamanan Desa: Serka Rizal Nst, Silaturahmi Tidak Pernah Putus
Tapal Batas Aman, Warga Tenang: Koramil 09/Kmg, Patroli Rutin Akan Terus Dilaksanakan
Perjuangan Hj. Nurliatin Camat Kemuning Untuk Warganya, Mendesak PLN Segera Pulihkan Listrik
Kuindra Gotong Royong Lagi: Babinsa, Kalau Jalan Bersih, Rezeki Dan Silaturahmi Ikut Lancar
Komsos Rutin Di Kuindra: Babinsa, Kami Hadir Untuk Mendengar Dan Menjaga Kampung Binaan
Dorong Produktivitas Ekonomi Warga Binaan, PS.Kanit Bimas Pantau Tanaman Di Perkarangan Rumah
Dari Dusun Sigambang Untuk Keamanan Desa: Serka Rizal Nst, Silaturahmi Tidak Pernah Putus
Tapal Batas Aman, Warga Tenang: Koramil 09/Kmg, Patroli Rutin Akan Terus Dilaksanakan
Perjuangan Hj. Nurliatin Camat Kemuning Untuk Warganya, Mendesak PLN Segera Pulihkan Listrik
Kuindra Gotong Royong Lagi: Babinsa, Kalau Jalan Bersih, Rezeki Dan Silaturahmi Ikut Lancar
Komsos Rutin Di Kuindra: Babinsa, Kami Hadir Untuk Mendengar Dan Menjaga Kampung Binaan
Dorong Produktivitas Ekonomi Warga Binaan, PS.Kanit Bimas Pantau Tanaman Di Perkarangan Rumah