Pencarian

Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik sampai Akhir 2026, Cek Rinciannya

Minggu, 13 September 2026 • 06:21:01 WIB
Harga Pertalite dan Biosolar Tak Naik sampai Akhir 2026, Cek Rinciannya
Pertamina Patra Niaga memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak naik hingga akhir 2026.

MEDIALOKAL.CO — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat di tengah gejolak harga minyak global serta pergerakan nilai tukar rupiah.

Kepastian tersebut disampaikan menyusul fluktuasi sejumlah parameter pembentuk harga, termasuk harga minyak mentah internasional dan kurs dolar Amerika Serikat. Meski parameter itu bergerak, harga BBM subsidi tetap dibekukan sesuai arahan pemerintah.

Berapa Harga Pertalite dan Biosolar Sekarang?

Tarif Pertalite bertahan di angka Rp 10.000 per liter. Biosolar tetap Rp 6.800 per liter. Kedua harga itu berlaku penuh hingga akhir 2026.

VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah dalam penetapan harga BBM.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," ujar Kitty.

BBM Nonsubsidi Tetap Naik-Turun, Ini Sebabnya

Berbeda dengan BBM bersubsidi, komoditas Jenis BBM Umum (JBU) atau nonsubsidi seperti Pertamax mengalami penyesuaian secara berkala. Skema penyesuaian harga kelompok JBU mengikuti perhitungan formula harga yang berlaku.

"Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," terang Kitty.

Penyesuaian BBM nonsubsidi sebelumnya terjadi pada awal September. Per 1 September, Pertamax Turbo naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter, Dexlite naik dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.

Kemudian pada 2 September, Pertamax Green 95 disesuaikan naik dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter. Sementara Pertamax (RON 92) justru turun dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter.

Mengapa Harga Nonsubsidi Bisa Berubah?

Pergerakan harga pada segmen BBM nonsubsidi bergantung pada harga minyak mentah internasional atau Indonesian Crude Price (ICP). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan mekanisme tersebut.

"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," jelas Bahlil.

Apa Artinya bagi Pengguna BBM Sehari-hari?

Bagi pengguna Pertalite dan Biosolar, tidak ada perubahan harga yang perlu diantisipasi hingga akhir 2026. Kepastian ini memberi ruang perencanaan biaya transportasi dan operasional usaha yang lebih stabil.

Namun bagi pengguna BBM nonsubsidi, harga bisa berubah kapan saja mengikuti formula dan ICP. Karena itu, pemantauan harga di SPBU resmi Pertamina tetap diperlukan sebelum mengisi bahan bakar.

Informasi resmi soal harga BBM dapat diakses melalui kanal Pertamina Patra Niaga dan Kementerian ESDM. Masyarakat diimbau tidak mempercayai informasi harga dari sumber tidak resmi, termasuk penawaran jasa perantara yang menjanjikan harga khusus di luar ketentuan pemerintah.

Sumber: suaragarut.id

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks