Pencarian

Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai 31 Desember 2026, Pertalite Tetap Rp10.000

Selasa, 22 September 2026 • 07:41:01 WIB
Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai 31 Desember 2026, Pertalite Tetap Rp10.000
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga 31 Desember 2026.

MEDIALOKAL.CO — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga 31 Desember 2026 meski harga minyak mentah dunia menembus US$100 per barel. Kepastian ini berlaku bagi pengguna Pertalite dan Biosolar yang selama ini mengandalkan keduanya untuk mobilitas harian. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah agar pasokan tetap aman tanpa mengubah harga jual di SPBU.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan mempertahankan harga bahan bakar minyak bersubsidi hingga akhir 2026. Keputusan itu diambil di tengah harga minyak mentah dunia yang bergerak di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan komitmen pemerintah berlaku sampai 31 Desember 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat saat ketidakpastian ekonomi global masih berlangsung.

Besaran Harga yang Dipertahankan

Pemerintah sebelumnya menetapkan harga Pertalite sekitar Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Kedua harga itu tidak berubah meski harga minyak dunia melonjak.

Harga minyak Brent sempat berada di atas US$107 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menembus US$102 per barel pada perdagangan September 2026. Kenaikan dipicu konflik dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu prospek pasokan energi global.

Siapa yang Terdampak Kebijakan

Kebijakan ini menyasar pengguna BBM bersubsidi, terutama pemilik kendaraan yang mengisi Pertalite dan Biosolar. Tanpa penyesuaian harga, beban biaya transportasi harian mereka tidak bertambah.

Namun, pemerintah tetap harus menanggung selisih harga. Indonesia masih mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga lonjakan harga dunia langsung menekan pos subsidi.

Bahlil menyebut kebutuhan BBM Indonesia sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi atau lifting minyak domestik hanya berada di kisaran 600–610 ribu barel per hari.

Langkah Pemerintah Menjaga Pasokan

Pemerintah berupaya menjaga pasokan sekaligus mengendalikan tekanan harga dengan mencari sumber minyak mentah dari berbagai negara. Salah satu yang dijajaki adalah komunikasi dengan Rusia untuk mendapatkan pasokan minyak mentah jangka panjang.

Langkah lain adalah diversifikasi sumber impor energi. Tujuannya agar kebutuhan dalam negeri tidak bergantung pada satu wilayah yang rawan gejolak geopolitik.

Apa Arti Kebijakan Ini bagi Masyarakat

Keputusan mempertahankan harga berarti tidak ada penyesuaian tarif di SPBU untuk Pertalite dan Biosolar sampai akhir tahun. Masyarakat yang selama ini mengandalkan kedua jenis BBM itu bisa merencanakan pengeluaran tanpa khawatir kenaikan mendadak.

Pemerintah mengelola dampak kenaikan harga minyak global melalui kebijakan subsidi, pengamanan pasokan, serta diversifikasi sumber impor. Kombinasi ini yang membuat harga jual di tingkat konsumen tetap.

Informasi resmi soal harga dan pasokan BBM dapat diakses melalui kanal Kementerian ESDM. Masyarakat diimbau tidak mempercayai kabar kenaikan harga yang beredar tanpa sumber resmi.

Waspadai pula pihak yang menawarkan jasa atau iming-iming terkait BBM bersubsidi. Pengaduan soal penyaluran dapat disampaikan ke kanal resmi Kementerian ESDM dan Pertamina.

Sumber: minanews.net

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks