MEDIALOKAL.CO — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepastian ini berlaku bagi masyarakat pengguna BBM bersubsidi, sementara harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti dinamika harga pasar. Bahlil meminta kelompok berpendapatan menengah ke atas tidak menggunakan BBM bersubsidi agar penyaluran tepat sasaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026). Ia menuturkan kepastian ini sekaligus merespons kabar yang beredar di media sosial soal rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Harga BBM Nonsubsidi Ikut Harga Pasar
Bahlil menjelaskan harga BBM nonsubsidi tidak ditetapkan sepihak oleh pemerintah, melainkan mengikuti dinamika Indonesian Crude Price (ICP) atau harga patokan minyak mentah Indonesia. Jika ICP naik, harga nonsubsidi otomatis menyesuaikan. Sebaliknya, ketika ICP turun, pemerintah akan melakukan koreksi.
"Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dilaksanakan koreksi," jelas Bahlil.
Harga BBM Subsidi Ditahan sampai Akhir Tahun
Berbeda dengan nonsubsidi, harga BBM subsidi dipastikan tidak naik hingga akhir 2026. Bahlil menyebut kebijakan ini sudah diputuskan dan tidak akan berubah.
"Harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan, sudah, itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo," kata Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga menekankan pemerintah memastikan cadangan BBM Indonesia berada pada standar minimal 18 hingga 21 hari. Angka ini menjadi acuan keamanan pasokan energi nasional.
Imbauan agar BBM Subsidi Tepat Sasaran
Bahlil mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai peruntukannya. Kelompok berpendapatan tinggi atau kelas menengah ke atas diminta tidak menggunakan BBM bersubsidi.
"Yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus ya janganlah pakai BBM bersubsidi," imbaunya.
Imbauan ini menyasar pemilik kendaraan pribadi dengan kemampuan ekonomi memadai. Tujuannya agar kuota subsidi yang terbatas benar-benar dinikmati kelompok yang berhak, bukan mereka yang secara ekonomi sudah mampu membeli BBM nonsubsidi.
Apa Artinya bagi Masyarakat
Kepastian harga BBM subsidi hingga akhir tahun memberi ruang bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil untuk merencanakan pengeluaran tanpa khawatir lonjakan mendadak. Namun, harga BBM nonsubsidi tetap bisa berubah kapan saja mengikuti pergerakan ICP.
Bagi pengguna kendaraan pribadi kelas menengah, pemerintah secara tidak langsung mendorong peralihan ke BBM nonsubsidi. Langkah ini dikaitkan dengan upaya menjaga beban anggaran subsidi agar tidak membengkak.
Masyarakat yang ingin memastikan jenis BBM yang tepat untuk kendaraannya dapat merujuk pada ketentuan yang berlaku di SPBU penyalur. Informasi resmi terkait kebijakan energi dapat diakses melalui kanal Kementerian ESDM.
Jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi atau praktik penjualan di luar ketentuan, masyarakat dapat melaporkannya ke kanal pengaduan resmi Kementerian ESDM. Waspadai juga informasi palsu soal kenaikan harga yang beredar di media sosial tanpa sumber jelas.