Purbaya: Anggaran Subsidi BBM 2026 Aman, Antisipasi Disiapkan untuk Lonjakan Harga di 2027
MEDIALOKAL.CO — Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menjawab pertanyaan wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (9/9). Ia menegaskan bahwa lonjakan harga minyak bukanlah hal baru bagi pemerintah, sehingga respons kebijakan dapat dilakukan secara terukur.
"Pertama berdoa dulu biar perang beres, selesai, gitu aja. Yang kedua ya kita kan pasti lakukan langkah-langkah untuk memastikan anggaran kita tetap berkesinambungan seperti tahun ini," ujarnya.
Harga Minyak Brent Tembus Level Psikologis US$100
Tekanan terhadap fiskal muncul setelah harga minyak mentah acuan dunia kembali melonjak pada perdagangan Rabu (9/9). Brent sempat menembus level psikologis US$100 per barel, tertinggi sejak Juli 2026, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat ke kisaran US$94 per barel.
Sepanjang tahun berjalan, baik Brent maupun WTI telah melesat lebih dari 60 persen. Pemicu utamanya adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
Serangan AS ke Kapal Tanker Iran Memperketat Pasokan
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah kapal tanker Iran. Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi pasukannya menyerang empat kapal tanker Iran di Teluk Oman dan satu kapal di dekat Pulau Kharg.
Pulau Kharg merupakan salah satu titik vital ekspor minyak Iran. Gangguan di jalur tersebut berpotensi menghambat arus distribusi minyak mentah dari negara penghasil utama OPEC itu.
Selain serangan militer, pasar juga mencermati lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi pintu keluar bagi sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, sehingga gangguan di titik tersebut langsung tercermin pada pergerakan harga.
Bantalan Fiskal dan Skenario Harga Minyak
Purbaya sebelumnya memastikan anggaran negara mampu menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026. Pemerintah telah menghitung sejumlah skenario harga minyak dan menyiapkan bantalan fiskal untuk menyerap tekanan tersebut.
Langkah antisipasi untuk 2027 pun mulai disusun lebih awal. Tujuannya, menjaga defisit anggaran tetap terkendali tanpa harus mengorbankan belanja prioritas lain.
Belum ada keputusan resmi mengenai perubahan kuota atau harga jual BBM bersubsidi. Pemerintah tampaknya masih mengandalkan ruang fiskal yang ada sambil terus memantau pergerakan harga minyak dan dinamika geopolitik.