Kepsek SMAN 5 Tapung Klarifikasi: Tuduhan Pungli dan "Healing-Healing" Tidak Benar
KAMPAR, MEDIALOKAL.CO — Kepala Sekolah SMAN 5 Tapung, Kamaruddin, M.Pd., mengirimkan surat klarifikasi resmi kepada Redaksi pada hari ini, Selasa 15 September 2026, membantah secara tegas seluruh pemberitaan yang menyebutkan adanya dugaan pungutan liar di sekolah yang dipimpinnya. Klarifikasi ini disampaikan sebagai tanggapan langsung atas berita yang beredar terkait dugaan pungutan dalam proses SPMB, pemaksaan pembelian seragam, hingga rencana penggunaan dana untuk kegiatan rekreasi atau "healing-healing".
Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada Redaksi, Kamaruddin menegaskan: "Kami menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan-tuduhan terkait pungutan liar, penjualan seragam yang diwajibkan sekolah, maupun rencana pergi 'healing-healing' menggunakan uang hasil pungutan adalah tidak benar dan tidak berdasar sama sekali."
Kepala Sekolah menjelaskan bahwa terkait seragam sekolah, pihaknya hanya memberikan rekomendasi model dan spesifikasi, namun tidak pernah mewajibkan maupun menunjuk tempat pembelian tertentu. Para orang tua siswa bebas menjahit maupun membeli seragam di tempat manapun sesuai kemampuan masing-masing. Jika ada pihak yang mengatasnamakan sekolah untuk menjual seragam maupun memungut biaya, maka hal itu bukan kewenangan sekolah dan merupakan tindakan pencatutan nama sekolah.
Terkait isu pungutan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Kamaruddin menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa baru di SMAN 5 Tapung berjalan transparan dan sesuai ketentuan pemerintah, tanpa memungut biaya satu rupiah pun. Ia juga membantah adanya pihak luar yang terlibat dalam pengumpulan uang di lingkungan sekolah, serta memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah akibat pungutan biaya.
"Seluruh siswa yang diterima tetap bersekolah dengan baik. Sekolah kami juga memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan, bukan sebaliknya," tegasnya dalam klarifikasi tersebut.
Kamaruddin juga meminta agar masyarakat dan orang tua siswa tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. "Kami siap diaudit dan diperiksa kapan saja oleh pihak berwenang. Sekolah kami terbuka untuk siapa saja yang ingin melihat proses dan administrasi keuangan sekolah," tutupnya.
Klarifikasi ini diterima Redaksi pada Selasa, 15 September 2026, pukul 10.00 WIB.