Wall Street Rontok, Nasdaq Anjlok 2,86% saat Investor Beralih ke Sektor Defensif

Indeks Nasdaq Composite merosot 2,86% ke level 25.437,00 pada penutupan perdagangan Jumat (29/10).
Penulis: Ragil
Senin, 02 November 2026 | 06:21:00 WIB

MEDIALOKAL.CO — Indeks Nasdaq Composite merosot 2,86% ke level 25.437,00 pada penutupan perdagangan Jumat (29/10), penurunan harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Investor meninggalkan saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menuju sektor defensif seperti barang konsumsi primer dan kesehatan. Dow Jones turun 572,25 poin atau 1,09% ke 51.770,31, sedangkan S&P 500 melemah 1,82% menjadi 7.580,07.

Tekanan jual di lantai bursa New York semakin dalam menjelang penutupan sesi sore. Manajer portofolio Global Keith Buchanan menilai sentimen pasar mulai berubah, meski ia menegaskan masih terlalu dini memastikan apakah rotasi ke sektor defensif akan berlanjut.

Nasdaq Pimpin Pelemahan, Tiga Indeks Utama Kompak Merah

Nasdaq mencatat koreksi paling dalam di antara tiga indeks utama. Sepanjang Oktober, indeks yang didominasi saham teknologi itu merosot 5,3% — penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025. S&P 500 turun tipis 0,9% sepanjang bulan, sementara Dow Jones justru menguat 1,7% berkat sokongan saham defensif.

Investor juga merealisasikan keuntungan menjelang akhir bulan dan memilih bersikap hati-hati menyambut pemilihan paruh waktu (midterm elections) yang diperkirakan berlangsung ketat pekan depan.

Amazon dan Intel Jadi Beban Utama Indeks

Saham Amazon turun lebih dari 1% setelah kinerja pendapatan dan laba kuartal ketiganya berada di bawah ekspektasi Wall Street. Raksasa e-commerce dan komputasi awan itu membukukan arus kas bebas negatif sebesar US$ 42,4 miliar, meski tetap mempertahankan proyeksi belanja modal 2026 di level US$ 220 miliar.

Intel anjlok hampir 29% setelah memberi proyeksi kinerja kuartal berjalan yang lebih lemah dari perkiraan. Perusahaan menyoroti perlambatan pasar komputer pribadi. Pendapatan segmen komputasi klien dan physical AI Intel turun 5% year-on-year menjadi US$ 8,1 miliar.

Tekanan menjalar ke produsen cip lain. Berikut pergerakan saham semikonduktor pada sesi tersebut:

  • Advanced Micro Devices (AMD): turun hampir 11%
  • Nvidia: melemah 4%
  • Broadcom: turun 5%
  • Sandisk: merosot 13%, meski kinerja fiskal kuartal pertama melampaui estimasi dan mengumumkan stock split rasio 8:1

Walmart hingga Merck Menahan Pelemahan Dow Jones

Rotasi dana ke sektor defensif terlihat jelas. Saham Walmart dan Coca-Cola masing-masing naik lebih dari 1%, menahan pelemahan indeks Dow Jones. Dua anggota Dow lainnya, Merck dan Amgen, juga mencatatkan penguatan di sektor kesehatan.

Sebaliknya, produk berbasis tema AI justru terpukul. iShares A.I. Innovation and Tech Active ETF (BAI) terkoreksi hampir 17%, mencerminkan besarnya arus keluar dari eksposur kecerdasan buatan.

Pasar Mulai Menakar Risiko ke Ekonomi Riil

Buchanan menyebut pasar kini lebih selektif dan kritis mencermati prospek perusahaan teknologi. Menurut dia, tahun lalu pasar dipenuhi harapan, sedangkan tahun ini pertanyaannya bergeser ke eksekusi nyata.

"Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih sulit dijawab," ujar Buchanan, dikutip dari CNBC, Senin (2/11).

Manajer portofolio senior itu menambahkan, pasar mulai menangkap adanya risiko terhadap perekonomian riil. Bagi investor Indonesia, pergeseran ini layak dicermati karena sentimen risk-off di Wall Street kerap menular ke bursa emerging market, termasuk IHSG, terutama lewat arus keluar dana asing dari saham berkapitalisasi besar.

Reporter: Ragil