MEDIALOKAL.CO — Perhimpunan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menilai penggunaan kendaraan listrik dapat menekan beban subsidi bahan bakar minyak yang mencapai sekitar Rp264 triliun. Klaim itu disampaikan Chairman Periklindo Moeldoko saat membuka pameran kendaraan listrik PEVS 2026 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta. Namun Periklindo belum memerinci besaran penghematan subsidi yang bisa dicapai dari peralihan ke kendaraan listrik.
Menurut Moeldoko, setiap orang yang beralih menggunakan kendaraan listrik ikut berkontribusi pada udara yang lebih bersih. Ia menempatkan manfaat lingkungan itu sebagai warisan jangka panjang bagi generasi berikutnya.
Klaim Penghematan Subsidi BBM
Dalam sambutannya, Moeldoko menyebut pemerintah saat ini mengeluarkan subsidi bahan bakar minyak sekitar Rp264 triliun. Angka itu dipakai Periklindo sebagai dasar argumen bahwa peralihan ke kendaraan listrik dapat meringankan anggaran negara.
"Secara langsung, siapapun yang menggunakan EV itu dia berkontribusi untuk mengurangi subsidi BBM oleh pemerintah. Sekarang pemerintah harus memsubsidi kurang lebih Rp264 triliun," ujar Moeldoko.
Ia menambahkan, bila semakin banyak masyarakat memakai kendaraan listrik, tekanan inflasi juga berpotensi lebih terkendali. Periklindo memosisikan elektrifikasi sebagai bagian dari strategi pemerintah menstabilkan harga barang dan jasa.
Manfaat Kesehatan yang Diklaim
Moeldoko juga mengaitkan penggunaan kendaraan listrik dengan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang lebih bersih membuat warga lebih sehat sehingga beban pembiayaan kesehatan negara ikut berkurang.
"Siapapun dari kita yang menggunakan EV itu, berkontribusi terhadap pembangunan environment yang semakin bersih. Lingkungan kita menjadi bersih, sehingga kita membebaskan kepada anak cucu kita untuk menghirup udara yang segar," kata Moeldoko.
Klaim soal penghematan subsidi dan biaya kesehatan itu belum disertai hitungan resmi dalam pernyataan Periklindo. Tidak ada rincian berapa besar subsidi yang bisa ditekan per kendaraan listrik yang beroperasi, maupun asumsi harga BBM yang dipakai.
Konteks PEVS 2026
PEVS 2026 digelar di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, dan menjadi ajang pameran industri kendaraan listrik nasional. Forum ini mempertemukan produsen, pelaku industri pendukung, serta pemangku kebijakan energi dan transportasi.
Periklindo menempatkan pameran sebagai sarana edukasi publik soal kendaraan listrik. Moeldoko menyebut elektrifikasi kendaraan sebagai transformasi besar dalam industri otomotif nasional dan bagian dari upaya mendorong transisi energi.
Catatan untuk Konsumen
Bagi masyarakat yang mempertimbangkan beralih ke kendaraan listrik, klaim penghematan subsidi di atas merupakan pernyataan asosiasi industri, bukan keputusan kebijakan resmi. Pemerintah belum mengumumkan skema baru yang mengubah besaran subsidi BBM berdasarkan jumlah kendaraan listrik di jalan.
Informasi resmi soal insentif kendaraan listrik, termasuk syarat dan besaran yang berlaku, dapat diakses melalui kanal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Perindustrian. Konsumen disarankan tidak bertransaksi melalui perantara yang menjanjikan potongan harga atau subsidi di luar ketentuan resmi.
Periklindo belum memublikasikan kajian kuantitatif yang mendukung klaim penghematan fiskal tersebut. Pembaca yang membutuhkan data rinci dapat menunggu keterangan resmi dari Periklindo atau kementerian terkait.