IHSG Dibuka Berpeluang Uji 5.456, Analis Wanti-wanti Support 4.907

Pergerakan IHSG di layar bursa pada perdagangan hari ini.
Penulis: Fajar
Selasa, 03 November 2026 | 06:21:31 WIB

MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini setelah ditutup di level 5.096 pada Senin (2/11). Dua analis sekuritas menilai ruang kenaikan masih terbuka, tetapi risiko koreksi lebih dalam tetap mengintai jika indeks menembus level support krusial.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Dalam skenario terbaik, indeks berada pada wave (iv) dari wave [v] dan berpeluang menguat menuju 5.456-5.564.

Namun, Herditya mengingatkan risiko koreksi lebih dalam perlu diwaspadai jika indeks menembus level 4.907. "Jika menembus 4.907, indeks berpotensi berbalik terkoreksi menuju 4.763-4.845," ujarnya dalam riset hariannya.

Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.012 dan 4.907, dengan resistance di 5.328 dan 5.460. Herditya merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO.

Rebound Mulai Terlihat, tapi Tren Turun Belum Hilang

Pandangan berbeda sedikit datang dari Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia melihat IHSG mulai menunjukkan peluang rebound setelah menembus resistensi minor 5.123.

Meski begitu, risiko pelemahan lebih dalam hingga di bawah 4.800 masih membayangi pergerakan indeks. "Potensi tren turun masih perlu diwaspadai, terutama jika IHSG menembus support krusial di level 4.972," ujar Ivan.

Binaartha memprediksi IHSG bergerak di level support 4.972, 4.895, dan 4.767, serta resistance 5.418, 5.561, dan 5.716 hari ini. Ivan merekomendasikan saham AMRT, BMRI, DEWA, dan INDF.

Modal Penguatan dari Sesi Sebelumnya

Pada penutupan Senin (2/11), IHSG ditutup di level 5.096, menguat 39,78 poin atau naik 0,79 persen dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp12,39 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,31 miliar saham.

Dari sisi breadth pasar, 315 saham menguat, 285 saham terkoreksi, dan 118 saham stagnan. Komposisi itu menunjukkan tekanan jual masih ada meski indeks berhasil ditutup di zona hijau.

Dua Skenario yang Perlu Dicermati Investor

Perbedaan penekanan kedua analis terletak pada level kunci yang dipantau. MNC Sekuritas menempatkan 4.907 sebagai ambang risiko koreksi, sementara Binaartha menyoroti 4.972 sebagai support krusial.

Bagi investor jangka pendek, dua level itu bisa jadi acuan untuk mengukur apakah penguatan hari ini berlanjut atau berbalik menjadi koreksi. Rekomendasi saham dari kedua sekuritas juga berbeda: MNC memilih BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO, sedangkan Binaartha menjagokan AMRT, BMRI, DEWA, dan INDF.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Fajar