Pencarian

Investasi Domestik Tembus Rp2.000 Triliun, Kadin Sebut 85% Ekonomi Digerakkan Swasta

Minggu, 01 November 2026 • 06:01:02 WIB
Investasi Domestik Tembus Rp2.000 Triliun, Kadin Sebut 85% Ekonomi Digerakkan Swasta
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan laporan investasi domestik dalam taklimat Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian Rapimnas Kadin di Hambalang, Bogor.

MEDIALOKAL.CO — Investasi dalam negeri menembus Rp2.000 triliun dan menyumbang lebih dari separuh total investasi nasional. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyebut kontribusi pelaku usaha domestik jadi bukti daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Dunia usaha pun mengincar sektor EV, energi terbarukan, dan pusat data sebagai motor pertumbuhan berikutnya.

Angka investasi domestik di atas Rp2.000 triliun itu disampaikan Anindya Bakrie dalam laporan pada taklimat Presiden Prabowo Subianto kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026. Forum yang sama digelar bersamaan dengan Rapimnas Kadin seluruh Indonesia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Anindya, penopang investasi domestik bukan hanya pengusaha besar. Pelaku usaha kelas menengah ikut memikul peran menjaga ketahanan ekonomi nasional.

"Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat," ujar Anindya dalam laporan tersebut.

Porsi Swasta 85% dari PDB Jadi Basis Optimisme Kadin

Dasar optimisme Kadin bukan cuma realisasi investasi. Anindya menyoroti besarnya ruang kontribusi sektor swasta: sekitar 85% aktivitas ekonomi berjalan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dari total produk domestik bruto (PDB) Rp25.000 triliun, sekitar Rp4.000 triliun di antaranya berasal dari APBN. Sisanya menjadi wilayah yang bisa digarap dunia usaha.

"Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN," kata Anindya.

Ia menambahkan, sisa dana itu harus dimanfaatkan agar pengusaha daerah dan pelaku usaha di berbagai asosiasi bisa tumbuh bersama, naik kelas, dan suatu hari menjadi pemain besar.

Tiga Sektor Masa Depan yang Dibidor Kadin

Kadin menempatkan industri kendaraan listrik (EV), energi terbarukan, dan pusat data sebagai sektor yang bakal menyerap keterlibatan pengusaha dalam negeri. Alasan utamanya: tiga sektor itu membutuhkan banyak komponen lokal.

  • Kendaraan listrik (EV) — rantai pasok baterai dan komponen lokal
  • Energi terbarukan (renewable energy) — proyek pembangkit dan peralatan pendukung
  • Pusat data (data center) — infrastruktur dan perangkat keras

"Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak," imbuh Anindya.

Ia menyebut tema Rapimnas Kadin kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.

IMF dan Rekam Jejak 25 Tahun Jadi Rujukan

Anindya merujuk penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai salah satu titik terang perekonomian global. Menurutnya, status itu terbukti dari cara Indonesia melewati lima guncangan ekonomi dalam sekitar 25 tahun terakhir.

"Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot," ujarnya.

Dari sisi pelaku pasar, klaim investasi domestik di atas Rp2.000 triliun layak dicermati karena menunjukkan sumber pertumbuhan yang tidak bergantung pada arus modal asing. Ketika sentimen global memburuk dan aliran dana asing keluar dari pasar emerging, belanja modal pengusaha lokal menjadi bantalan bagi aktivitas ekonomi riil.

Bagi pelaku usaha, sinyal Kadin soal EV, energi terbarukan, dan pusat data berimplikasi pada peta peluang rantai pasok. Tiga sektor itu selama ini banyak bergantung pada komponen impor, sehingga dorongan penggunaan komponen lokal membuka ruang bagi industri manufaktur dalam negeri dan pemasok tier-2.

Yang belum terjawab: rincian sebaran investasi domestik per sektor dan per daerah. Kadin menegaskan komitmen memperkuat investasi dalam negeri, mendorong industri masa depan, serta memperluas kesempatan pengusaha daerah, dengan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha sebagai kunci.

Sumber: kosadata.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks