KPR FLPP 2026 Baru Terserap 56 Persen, BTN Siapkan Strategi Percepatan
MEDIALOKAL.CO — Realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema KPR FLPP baru mencapai 167.000 unit atau sekitar 56,03 persen dari target nasional, menurut Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masih menunggu akses hunian layak, sisa kuota tahun ini jadi peluang yang perlu dipantau ketat syarat dan jadwalnya. Pemerintah bersama BTN tengah mempercepat penyaluran agar kuota tidak hangus di akhir periode.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memperkuat koordinasi untuk mempercepat penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Langkah itu diambil setelah serapan rumah subsidi secara nasional dinilai belum optimal.
Menteri PKP Maruarar Sirait bertemu Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu beserta jajaran direksi di Jakarta, Senin malam (2/11/2026). Pertemuan membahas percepatan penyaluran KPR subsidi FLPP, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, hingga sejumlah inovasi pembiayaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.
Besaran Serapan dan Sisa Kuota
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyebut realisasi penyaluran rumah subsidi telah menembus lebih dari 167.000 unit atau sekitar 56,03 persen dari target yang ditetapkan. Artinya masih ada ruang cukup besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum sempat mengajukan.
BTN menjadi salah satu kontributor utama. Jika digabungkan dengan Bank Syariah Nasional (BSN), target penyaluran kedua bank mencapai sekitar 135.000 unit dengan realisasi sekitar 123.000 unit.
"BTN menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian tersebut. Apabila digabungkan dengan kontribusi Bank Syariah Nasional (BSN), target penyaluran mencapai sekitar 135.000 unit dengan realisasi sekitar 123.000 unit," kata Heru.
Catatan capaian berbeda disampaikan Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Iptek, Industri, dan Lingkungan Kementerian PKP, Riadi. Ia menyebut penyerapan program rumah subsidi telah mencapai sekitar 64 persen dari target.
Siapa yang Berhak Mengakses KPR FLPP
Skema KPR FLPP ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah. Pemerintah menargetkan perluasan akses hunian layak dan terjangkau lewat pembiayaan bersubsidi ini.
- Termasuk kelompok MBR sesuai ketentuan program rumah subsidi.
- Belum memiliki hunian sendiri.
- Mengajukan pembiayaan melalui bank penyalur, dalam hal ini BTN dan BSN.
- Kriteria rinci, batas penghasilan, dan harga rumah mengikuti ketentuan resmi Kementerian PKP dan BP Tapera.
Bahan pemberitaan tidak merinci angka batas penghasilan maupun harga rumah yang disubsidi. Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian PKP dan BP Tapera.
Cara Mengajukan KPR Subsidi
Pengajuan dilakukan lewat bank penyalur, bukan melalui perantara perorangan. BTN menyatakan memiliki terobosan baru untuk mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP.
- Siapkan dokumen identitas dan bukti penghasilan sesuai ketentuan bank.
- Datangi kantor cabang BTN atau BSN terdekat untuk konsultasi skema FLPP.
- Ikuti proses verifikasi kelayakan yang dilakukan bank penyalur.
- Pastikan seluruh persyaratan administrasi lengkap sebelum akad kredit.
"BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP," ujar Maruarar.
Jadwal dan Target Program 3 Juta Rumah
Percepatan penyaluran ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Maruarar menilai dukungan perbankan, terutama BTN, berperan strategis dalam merealisasikan program tersebut.
Bahan pemberitaan tidak menyebut tenggat akhir pencairan kuota tahun ini. Heru berharap koordinasi antara Kementerian PKP, BP Tapera, dan BTN terus diperkuat agar penyaluran berjalan optimal dan tepat sasaran.
"Dengan begitu, semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa mengakses fasilitas pembiayaan rumah subsidi," tegasnya.
Waspadai Calo dan Pungli
Masyarakat diminta hanya mengurus KPR subsidi melalui bank penyalur resmi dan kanal Kementerian PKP maupun BP Tapera. Waspadai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang atau meminta biaya di luar ketentuan.
Pengaduan terkait dugaan pungli atau penipuan dapat disampaikan ke kanal resmi Kementerian PKP dan BP Tapera. Pastikan setiap transaksi tercatat dan memiliki bukti resmi dari bank penyalur.