Pencarian

NHTSA Opens Investigation into GM V-8s That Won’t Stop Imploding

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 07:01:01 WIB
NHTSA Opens Investigation into GM V-8s That Won’t Stop Imploding
NHTSA membuka investigasi lanjutan terhadap mesin L87 6.2 liter V-8 milik General Motors pasca-recall 597.630 unit yang dinilai tidak menyelesaikan masalah.

Recall 597.630 Unit Ternyata Tidak Menyelesaikan Masalah

NHTSA melalui Office of Defects Investigation (ODI) resmi membuka investigasi baru terhadap mesin L87 6.2 liter V-8 milik General Motors. Investigasi ini merupakan analisis rekayasa lanjutan dari recall 25V-274 yang sebelumnya sudah dikeluarkan GM.

Recall itu mencakup 597.630 unit truk dan SUV di Amerika Serikat. Masalah utamanya ada pada cacat manufaktur di crankshaft dan connecting rod yang bisa menyebabkan kegagalan mesin total — dalam bahasa awam, mesin "mbleyer" atau jebol di tengah jalan.

Yang bikin situasi ini makin serius: perbaikan yang ditawarkan GM ternyata tidak menyelesaikan akar masalahnya. Untuk unit yang masih lolos inspeksi, GM hanya mengganti rekomendasi oli ke viskositas lebih kental, mengganti oil filter, dan memasang tutup oli baru. Unit yang sudah parah diganti total. 499 Laporan Kegagalan Setelah "Diperbaiki"

Data ODI per 20 Agustus menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan. Dari 499 laporan kegagalan mesin pasca-perbaikan:

- 473 unit mengalami kegagalan setelah hanya mendapat perubahan rekomendasi oli - 26 unit tetap rusak meskipun mesinnya sudah diganti total

Angka ini menunjukkan bahwa solusi "ganti oli lebih kental" bukanlah perbaikan sesungguhnya — hanya menunda gejala. Lebih parah lagi, GM sendiri melaporkan telah menerima 6.953 keluhan kegagalan mesin pasca-perbaikan ke NHTSA, jauh lebih banyak dari yang tercatat di ODI.

Investigasi ini juga diperluas ke mesin L87 yang diproduksi di luar periode produksi yang tercantum dalam recall awal. ODI menemukan 191 kegagalan tambahan pada mesin di luar rentang produksi recall — artinya masalah ini bukan hanya soal batch produksi tertentu, tapi bisa jadi desain atau proses manufaktur yang lebih sistemik. Kronologi Masalah: Dari Tuntutan Hukum Sampai Dua Kali Ganti Rekomendasi Oli

Masalah oli mesin L87 ini sudah berlangsung lebih dari setahun. Tahun lalu, gugatan class-action diajukan ke GM dengan tuduhan perusahaan menjual kendaraan dengan mesin bermasalah yang sudah mereka ketahui sejak awal.

Awal tahun ini, GM kembali mengubah rekomendasi viskositas oli untuk L87 — ini perubahan kedua kalinya untuk mesin yang sudah kena recall. Perubahan rekomendasi oli berulang kali ini menunjukkan GM sendiri tampaknya masih mencari solusi yang tepat. Apa Artinya Buat Konsumen?

Buat pemilik kendaraan GM bermesin 6.2 liter V8 — termasuk model populer seperti Chevrolet Silverado, GMC Sierra, dan SUV full-size lainnya — investigasi ini punya implikasi serius:

1. Perbaikan recall bukan jaminan — mesin yang sudah "diperbaiki" tetap bisa rusak total 2. Masalahnya lebih luas dari recall awal — mesin di luar periode recall juga terdampak 3. Kemungkinan recall tambahan — investigasi ODI yang diperluas sering kali berujung pada recall baru atau tindakan wajib lainnya

NHTSA tidak main-main dalam kasus ini. Investigasi engineering analysis adalah tahap lanjutan sebelum kemungkinan tuntutan recall paksa atau denda besar. Kalau nanti terbukti solusi GM tidak memadai, konsekuensinya bisa jauh lebih mahal daripada biaya recall awal.

Bagi konsumen Indonesia yang kebetulan memiliki kendaraan GM bermesin L87 — baik yang dibeli resmi maupun import — disarankan untuk memantau perkembangan investigasi ini. Meskipun recall di AS tidak otomatis berlaku di Indonesia, tekanan regulasi di pasar utama sering kali memaksa pabrikan mengeluarkan program perbaikan global.

Sumber: caranddriver.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks