MEDIALOKAL.CO — Penyesuaian harga hanya menyentuh segmen produk beroktan tinggi. Pertamax Turbo naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter, Dexlite naik dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.
Kenaikan Tertinggi di Pertamina Dex
Pertamina Dex mencatat kenaikan paling tajam dengan tambahan Rp 4.050 per liter. Dexlite menyusul dengan kenaikan Rp 4.000 per liter, sementara Pertamax Turbo naik lebih moderat Rp 1.300 per liter.
Sejumlah indikator menjadi dasar perhitungan, mulai dari harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, hingga pajak. Formula yang dipakai mengacu pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Pertimbangan Pertamina Jaga Daya Beli Masyarakat
Keputusan untuk tidak menaikkan seluruh produk BBM nonsubsidi bukan tanpa pertimbangan. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyebutkan ada tiga faktor yang dianalisis: keekonomian, daya beli, dan kondisi sosial masyarakat.
"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga," kata Kitty dalam siaran pers yang dikutip Selasa (1/9/2026).
Produk Lain Aman, Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 Tak Berubah
Dengan kebijakan ini, Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap dijual dengan harga sebelumnya. Konsumen yang selama ini menggunakan kedua produk tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Kitty menegaskan perubahan harga tidak memengaruhi komitmen perusahaan menjaga kualitas produk dan pelayanan. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan memilih produk yang cocok dengan spesifikasi kendaraan masing-masing.
Untuk informasi harga dan layanan terbaru, konsumen bisa menghubungi Pertamina Contact Center 135 atau mengakses kanal resmi Pertamina Patra Niaga.