Pencarian

Danantara Dorong PalmCo Ekspor Sawit dan Bangun Refinery di Luar Negeri

Selasa, 01 September 2026 • 11:02:01 WIB
Danantara Dorong PalmCo Ekspor Sawit dan Bangun Refinery di Luar Negeri
Danantara mendorong PalmCo untuk mengekspor sawit dengan memanfaatkan surplus DMO sebagai langkah awal ekspansi pasar.

Ekspor Dulu, Manfaatkan Surplus DMO

MEDIALOKAL.CO — Fase pertama, PalmCo akan memanfaatkan kelebihan dari kewajiban pemenuhan pasar domestik (DMO) untuk menembus pasar ekspor. Minyak sawit yang sebelumnya hanya dipasarkan dalam negeri akan dikirim ke sejumlah negara tujuan.

“Yang dulunya kita semuanya majority adalah di dalam negeri, sekarang kita ingin kita penetrasi ke ekspor, dari kelebihan DMO yang kita miliki, kita bisa ekspor, itu tahap satu,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 1 September 2026.

Langkah ini sekaligus menjawab tantangan surplus produksi yang selama ini terbatas di pasar domestik. Dengan ekspor, PalmCo berharap meningkatkan utilisasi kapasitas dan arus kas perusahaan.

Hilirisasi Global: Bangun Refinery di Mancanegara

Fase kedua tidak berhenti pada ekspor mentah. PalmCo berencana membangun pabrik pengolahan (refinery) di luar negeri untuk mengubah crude palm oil menjadi refined palm oil yang bernilai tambah lebih tinggi.

“Kedepannya kita mau bangun refinery di luar, sehingga kita nanti bisa menjadi refined palm oil,” kata Dony.

Dengan refinery di dekat pasar konsumen, PalmCo bisa memangkas biaya logistik dan merespons permintaan produk hilir sawit secara lebih cepat. Persaingan dengan produsen global seperti Malaysia dan Thailand pun diharapkan lebih kompetitif.

Pembangunan refinery ini juga menjadi sinyal bahwa hilirisasi sawit tidak hanya berhenti di dalam negeri, tetapi merambah ke rantai pasok global. Ini bagian dari transformasi PalmCo untuk memperkuat posisi dalam industri sawit dunia.

Transformasi dari Domestik ke Pemain Global

Perubahan arah bisnis ini tidak lepas dari dorongan Danantara sebagai holding. Sebelumnya, mayoritas penjualan PalmCo diserap pasar domestik. Kini, ekspor dan hilirisasi menjadi pilar pertumbuhan baru.

Dony menegaskan bahwa transformasi ini diarahkan bukan hanya untuk menaikkan kapasitas ekspor, tetapi juga membangun daya saing di mata rantai industri sawit internasional. PalmCo ditargetkan tidak lagi sekadar pengekspor bahan mentah, melainkan produsen produk turunan dengan nilai jual lebih tinggi.

Belum ada keterangan resmi mengenai negara tujuan ekspor dan lokasi refinery yang akan dibangun. Namun, langkah ini sejalan dengan tren global yang mengutamakan produk berkelanjutan dan bernilai tambah.

Dengan dua fase ini, PalmCo diharapkan mampu menembus pasar yang selama ini dikuasai kompetitor. Apalagi Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia, sehingga potensi ekspansi masih sangat terbuka.

Sumber: medcom.id

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks