Operator Ekskavator Tewas Tertimbun di Tambang Batubara di Kukar
Medialokal.co - Kecelakaan kerja terjadi di area tambang batubara site PT BMSA, di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pagi tadi. Satu operator ekskavator, dilaporkan tewas tertimbun tanah galian. Kasus ini dalam penyelidikan Polres Kutai Kartanegara.
Keterangan didapat, peristiwa maut itu terjadi sekira pukul 09.00 Wita pagi tadi. Di lokasi sedang beroperasi 2 truk HD dan 1 ekskavator. Alat berat saat itu tengah melakukan pengisian tanah ke dalam truk HD.
Tiba-tiba, tanggul yang ada di sekitar jebol, sehingga menimbun ekskavator beserta sopirnya. Sedangkan 2 sopir truk HD, berhasil menyelamatkan diri dari insiden itu. Ekskavator dilaporkan tertimbun hingga ketinggian timbunan 15 meter.
"Ya, kejadian itu benar. Sudah saya konfirmasi ke Polres Kutai Kartanegara ya," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Rabu (8/11) malam.
"Operator ekskavator meninggal dunia karena tertimbun, dan peristiwanya sekitar jam 9 pagi tadi ya di lokasi tambang di Muara Jawa," ujar Ade.
Dijelaskan Ade, korban memang sedang melakukan pengisian tanah ke dalam truk. "Operator ekskavator, terjebak di dalam bilik kemudi," terangnya.
Dikabarkan, masih ada 1 lagi pekerja yang ikut tertimbun. Namun Kepolisian menepis kabar itu. "Sementara, tidak ada lagi yang dicari dari longsoran itu. Karena ya itu tadi, 2 sopir truk berhasil selamatkan diri," jelas Ade.
Kasus itu sendiri, kini dalam penyelidikan Polres Kutai Kartanegara. Termasuk, penanganan korban tewas, hingga pemeriksaan saksi-saksi, di lokasi kejadian.
"Sedang diselidiki, seperti apa pola dan sistem keamanan kerja di lokasi. Terutama, safety para pekerja saat bekerja. Juga diselidiki tentang penanganan potensi yang bisa mengakibatkan kecelakaan kerja. Dugaan sementara memang, ini adalah kecelakaan kerja ya," kata Ade. (merdeka.com)


Berita Lainnya
Asap Hitam Pekat Membubung, Warga Sungai Guntung Panik Saat Kebakaran Terjadi
Misteri di Balik Perubahan Sikap Aparatur Desa di Rengat, Dugaan Gratifikasi Kini Masuk Pidsus Kejari Inhu
Belum Ada Tersangka, Kejati NTT Masih Dalami Kasus Rumah Rusak Eks Pejuang Timtim dan Peran Pejabat Negara
Konflik Sungai Raya Memanas, Tiga Kades dan Satu Lurah Terseret Laporan Dugaan Gratifikasi
LBH Sri Rakyat Dorong Sinergi Kelembagaan untuk Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat di Inhil
Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu 13,42 Gram di Kecamatan Kempas
Asap Hitam Pekat Membubung, Warga Sungai Guntung Panik Saat Kebakaran Terjadi
Misteri di Balik Perubahan Sikap Aparatur Desa di Rengat, Dugaan Gratifikasi Kini Masuk Pidsus Kejari Inhu
Belum Ada Tersangka, Kejati NTT Masih Dalami Kasus Rumah Rusak Eks Pejuang Timtim dan Peran Pejabat Negara
Konflik Sungai Raya Memanas, Tiga Kades dan Satu Lurah Terseret Laporan Dugaan Gratifikasi
LBH Sri Rakyat Dorong Sinergi Kelembagaan untuk Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat di Inhil
Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu 13,42 Gram di Kecamatan Kempas