Pagi di Kelurahan Madani: Serda Margono Rangkul Warga Lewat Komsos, Rawat Kerukunan Demi Inhil Damai


Reteh – Jumat (1/5/2026) pukul 09.00 WIB, langkah Serda Margono menyusuri Kelurahan Madani. Babinsa Koramil 07/Reteh itu datang bukan membawa senapan. Ia datang membawa pesan. Pesan tentang kerukunan, tentang silaturahmi, tentang Inhil yang harus tetap damai dari rumah ke rumah.

“Babinsa Koramil 07/Reteh Serda Margono melaksanakan pendampingan SDM dan komduk dengan masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan antar warga di Kelurahan Madani,” begitu laporan yang sampai ke Kodim 0314/Inhil. Pendampingan. Kata yang berarti hadir. Berarti mendengar. Berarti menjaga agar tak ada sekat di antara tetangga.

Bagi Serda Margono, komunikasi sosial adalah jembatan. “Komunikasi sosial yang dilakukan merupakan wadah silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat sekitar, yang dapat memupuk kebersamaan dan menimbulkan rasa saling hormat menghormati antar sesama di wilayah binaan,” jelasnya. Di Madani, silaturahmi dirawat bukan dengan baliho. Tapi dengan obrolan di teras, dengan sapa di warung, dengan duduk bersama.

Ia percaya, kedekatan tak bisa dipaksa. “Pentingnya silaturahmi dengan masyarakat di wilayah binaan merupakan suatu bentuk kedekatan kita dengan warga,” ucap Serda Margono. Kedekatan yang lahir karena Babinsa mau turun. Mau mendengar keluh kesah. Mau tertawa bersama. Karena hanya yang dekat yang bisa menjaga.

Sambil berbincang, pesan kamtibmas ia titipkan. Soal keamanan. Soal kebersihan. Soal gotong royong. “Dengan adanya komunikasi sosial ini Serda Margono sambil menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan juga kebersihan kepada para tokoh masyarakat serta warga dan untuk selalu menjalin kerjasama dengan Babinsa sebagai pembina desa,” tutur laporan kegiatan. Karena desa aman bukan karena patroli saja. Tapi karena warganya peduli.

Tokoh masyarakat Madani mengangguk. Warga menyimak. Sebab mereka tahu, Babinsa tak datang menggurui. Ia datang sebagai saudara. Sebagai tetangga yang berseragam. Sebagai pembina yang siap dihubungi kapan saja ketika kampung butuh.

“Dengan demikian akan terjalin sinergitas antara aparat dan masyarakat di wilayah binaan,” pungkas Serda Margono. Sinergitas. Kata kunci yang ia jaga. Karena keamanan tak bisa dibangun satu pihak. Ia butuh tangan TNI, tangan tokoh, tangan warga biasa. Semua duduk sama rendah.

Pagi itu di Madani, Pancasila tak diteriakkan. Ia dipraktikkan. Dalam saling hormat. Dalam saling jaga. Dalam kesediaan untuk rukun meski berbeda. Serda Margono percaya, kerukunan adalah benteng pertama sebelum bicara pertahanan negara.

Kegiatan selesai. Situasi aman. Dokumentasi terlampir. Tapi yang lebih penting: rasa kebersamaan ikut tercatat. Di hati warga Madani. Di buku harian Babinsa. Di laporan ke Kodim 0314/Inhil.

Dari Kelurahan Madani, Serda Margono mengirim pesan ke seluruh Reteh. Rukun itu indah. Rukun itu aman. Dan selama Babinsa masih mau menyapa dari pintu ke pintu, Inhil punya alasan untuk tetap damai.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]