Kopda Bambang W Rajut Kekompakan Lewat Komsos, Gotong Royong Jadi Napas Kemuning


Kemuning – Selasa (1/5/2026) pukul 08.30 WIB, udara Desa Petalonga masih sejuk ketika Kopda Bambang W tiba. Babinsa Koramil 09/Kemuning itu datang tanpa rombongan. Hanya senyum dan niat. Niat merawat kekompakan warga lewat komunikasi sosial. Sebab bagi Kopda Bambang, desa kuat bukan karena tembok tinggi, tapi karena hati warganya saling terpaut.

“Selamat pagi Komandan, izin melaporkan pada hari Selasa tanggal 01 Mei 2026, pukul 08:30 Wib sampai selesai. Babinsa Koramil 09/Kemuning Kopda Bambang W melaksanakan kegiatan Komsos bersama warga masyarakat di Desa Petalonga,” begitu laporan yang dikirim ke Kodim 0314/Inhil. Laporan singkat yang menyimpan makna panjang: TNI hadir, rakyat tak sendiri.

Kopda Bambang duduk bersama warga. Bukan di podium. Di beranda rumah, di bawah pohon, di tempat warga biasa berkumpul. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa kekompakan dan saling membantu wilayah di Desa Petalonga,” jelasnya. Kekompakan yang ia maksud bukan jargon. Ia adalah tetangga yang mau meminjamkan cangkul. Ia adalah pemuda yang rela menggantikan ronda. Ia adalah ibu-ibu yang berbagi lauk.

“Lewat Komsos ini kita mau ingatkan lagi, kalau hidup bertetangga itu harus saling bantu. Ada yang susah kita tolong. Ada kerja bakti kita ikut. Jangan tunggu disuruh. Itu jiwa gotong royong yang harus kita jaga di Petalonga,” ucap Kopda Bambang W. Kalimatnya sederhana. Tapi di desa, kata sederhana sering lebih mengena daripada pidato panjang.

Warga mengangguk. Ada yang menimpali cerita soal jalan desa yang perlu dibenahi. Ada yang usul soal pos kamling. Kopda Bambang mendengar. Mencatat dalam ingatan. Karena Komsos bukan satu arah. Ia ruang bagi warga untuk bicara, dan bagi Babinsa untuk memahami denyut desanya.

Bagi Kopda Bambang, kekompakan adalah pertahanan pertama. “Kalau warga kompak, desa aman. Kalau warga saling bantu, masalah cepat selesai. Nggak perlu nunggu orang luar datang. Kita selesaikan sama-sama,” tegasnya. Itulah hakikat pembinaan teritorial. Membangun kekuatan dari dalam. Dari hati warga sendiri.

Obrolan mengalir hingga matahari meninggi. Tak terasa waktu selesai. “Selama melaksanakan kegiatan ini berjalan dengan aman dan tertib,” tutup laporan. Aman karena tak ada keributan. Tertib karena semua bicara dengan hati. Dan Petalonga hari itu pulang dengan satu bekal: rasa kebersamaan yang dihangatkan kembali.

Di Desa Petalonga, Pancasila tak hanya di dinding sekolah. Ia hidup di sapa warga. Ia hidup di tangan yang saling membantu. Ia hidup di Komsos yang diinisiasi Kopda Bambang W. Karena Babinsa percaya, Indonesia kuat kalau desanya kuat.

Dari Kemuning, pesan itu pelan-pelan menyebar. Bahwa menjaga desa tak selalu dengan senjata. Kadang cukup dengan duduk bersama. Mendengar. Mengajak. Dan mengingatkan bahwa kita ini saudara. Dan selama Babinsa masih mau menyapa dari pintu ke pintu, Inhil tak akan kehabisan alasan untuk tetap kompak.(*)





Loading...

[Ikuti Medialokal.co Melalui Sosial Media]