Pilihan
Ingat! Pendaftaran Ulang Calon Peserta Didik Baru Hanya Tiga Hari.
Calon Peserta Didik yang Dinyatakan Lulus Mendaftar Ulang 8-10 Mei 2026
Sertu Benri Sisir Tapal Batas Bersama Warga, Titik Api Nihil Reteh Bernapas Lega
Reteh – Jumat (1/5/2026) pukul 09.00 WIB, mesin dua unit SPM menderu pelan meninggalkan Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Inhil. Sertu Benri, Babinsa Koramil 07/Reteh, memimpin patroli tapal batas. Di belakangnya, dua warga ikut. Mereka bukan aparat. Mereka pemilik tanah. Penjaga kampung. Yang tak rela desanya diselimuti asap.
“Pada hari Jumat tanggal 1 Mei 2026 pukul 09.00 WIB Babinsa Koramil 07/RTH, Sertu Benri melaksanakan kegiatan patroli tapal batas di Kelurahan Pulau Kijang Kec Reteh Kab. Inhil,” begitu laporan yang dikirim ke Dandim 0314/Inhil. Satu TNI, dua masyarakat. Kekuatan kecil dengan misi besar: memastikan Pulau Kijang bebas dari bara dan kabut.
Mereka menyisir batas desa. Mata awas menatap semak. Hidung mencari bau hangus. Langit dicek, tanah diperiksa. “Personil gabungan yang dikerahkan TNI 1 orang, Masyarakat 2 orang. Untuk hasil tidak ditemukan titik api dan asap,” catat laporan. Kalimat yang bikin lega. Bikin anak sekolah bisa lari pagi tanpa masker. Bikin nelayan bisa melihat ufuk tanpa kabut.
Sertu Benri tak hanya patroli. Ia berhenti di tiap persinggahan, menitip pesan. “Kita patroli ini untuk mencegah, bukan menunggu kebakaran baru bergerak. Tolong sampaikan ke keluarga, ke tetangga, jangan sekali-kali buka lahan dengan dibakar. Sekali kena angin, habis semua. Susah kita padamkan, rugi kita semua,” ucap Sertu Benri. Suaranya tegas tapi mengajak. Karena ia tahu, menjaga lebih baik dari menyesal.
Satu jam menyisir tapal batas. Pukul 10.00 WIB patroli rampung. “Hasil: Titik Api dan Asap Nihil. Situasi: Aman dan Terkendali,” lapornya. Dua SPM kembali terparkir. Tiga pasang sepatu penuh debu, tapi hati lapang. Tak ada api yang ditemukan. Tak ada asap yang mengepul. Pulau Kijang aman.
Bagi Inhil, patroli tapal batas adalah benteng pertama. Sebelum helikopter water bombing terbang, sebelum Satgas turun, Sertu Benri dan warga sudah berjalan. Mencegah. Mengingatkan. Memastikan. Karena karhutla tak pernah kasih kabar sebelum datang. Ia dicegah dengan kaki yang mau melangkah pagi-pagi.
Keterlibatan dua warga dalam patroli ini bukan kebetulan. Ini tanda bahwa Pulau Kijang tak mau lagi jadi korban asap. Warga mau ikut jaga. Warga mau ikut awasi. Karena mereka paham, udara bersih itu hak semua. Dan hak itu dijaga bersama TNI.
Dari Pulau Kijang, kabar baik dikirim ke Koramil 07/Reteh, lalu ke Kodim 0314/Inhil. Nihil titik api. Nihil asap. Aman terkendali. Jumat itu, Reteh menang tanpa harus berperang dengan api.
Sertu Benri pulang dengan satu keyakinan: selama tapal batas masih disisir, selama warga masih mau peduli, Inhil bisa tetap biru. Bisa tetap bernapas. Bisa tetap punya masa depan tanpa masker dan ispa.(*)


Berita Lainnya
Kopda Bambang W Rajut Kekompakan Lewat Komsos, Gotong Royong Jadi Napas Kemuning
Pagi di Kelurahan Madani: Serda Margono Rangkul Warga Lewat Komsos, Rawat Kerukunan Demi Inhil Damai
Serka Surachman Rajut Silaturahmi Lewat Komsos, Hidupkan Pancasila dari Kampung
Patroli Jumat di Tanjung Melayu, Serda Ali B. Harahap Tak Temukan Titik Api
Layanan Kunjungan Tatap Muka WBP Lapas Tembilahan, Utamakan Keamanan dan Pelayanan Prima
Siang di Aula Desa Keritang, Kapolsek Kemuning Ajak Warga Cegah Narkoba dari Keluarga
Kopda Bambang W Rajut Kekompakan Lewat Komsos, Gotong Royong Jadi Napas Kemuning
Pagi di Kelurahan Madani: Serda Margono Rangkul Warga Lewat Komsos, Rawat Kerukunan Demi Inhil Damai
Serka Surachman Rajut Silaturahmi Lewat Komsos, Hidupkan Pancasila dari Kampung
Patroli Jumat di Tanjung Melayu, Serda Ali B. Harahap Tak Temukan Titik Api
Layanan Kunjungan Tatap Muka WBP Lapas Tembilahan, Utamakan Keamanan dan Pelayanan Prima
Siang di Aula Desa Keritang, Kapolsek Kemuning Ajak Warga Cegah Narkoba dari Keluarga