Pencarian

Jangan Buang Ponsel atau Laptop Rusak ke Tempat Sampah, Ini Cara Aman yang Benar

Jumat, 21 Agustus 2026 • 18:20:01 WIB
Jangan Buang Ponsel atau Laptop Rusak ke Tempat Sampah, Ini Cara Aman yang Benar
Seorang warga menunjukkan ponsel rusak yang akan diserahkan ke fasilitas daur ulang elektronik resmi.

Baterai litium yang rusak atau bengkak adalah bahaya laten. Jika tercampur dengan sampah rumah tangga dan tertabrak truk pengangkut, risikonya bisa memicu api. Karena itu, perangkat elektronik yang sudah tidak layak pakai tidak boleh diperlakukan seperti botol plastik atau kardus bekas.

Langkah pertama yang paling penting adalah memisahkan perangkat tersebut dari sampah biasa. Setelah itu, konsumen perlu mencari fasilitas daur ulang elektronik resmi yang biasanya tersedia di kota-kota besar di Indonesia, seperti layanan pengumpulan e-waste dari Kementerian Lingkungan Hidup atau inisiatif dari produsen perangkat.

Kenapa Baterai Rusak Berbahaya untuk Petugas Kebersihan

Baterai yang penyok atau bengkak bisa mengalami korsleting saat tertimbun sampah. Tekanan dari alat berat di tempat pembuangan akhir (TPA) bisa memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas berlebih dan berujung pada kebakaran.

Petugas kebersihan dan pemulung menjadi pihak yang paling rentan terkena dampaknya. Mereka tidak pernah tahu tumpukan sampah mana yang mengandung baterai rusak, sehingga risiko cedera akibat ledakan kecil atau paparan zat kimia meningkat drastis.

Langkah Sebelum Menyerahkan ke Daur Ulang

Sebelum membawa perangkat ke pusat daur ulang, ada beberapa hal yang wajib dilakukan untuk melindungi data pribadi dan mencegah kecelakaan.

  • Hapus semua data dan lakukan factory reset pada ponsel atau laptop.
  • Lepas baterai jika perangkat memungkinkan untuk dibuka, lalu simpan baterai dalam wadah non-konduktif.
  • Rekatkan terminal baterai dengan lakban agar tidak terjadi korsleting selama pengiriman.
  • Jangan pernah membongkar baterai secara paksa untuk mengambil komponen di dalamnya.

Untuk perangkat yang baterainya tidak bisa dilepas, pastikan perangkat dalam keadaan mati total dan jangan mencoba mengisi daya sebelum diserahkan ke pengelola limbah.

Alternatif Lain: Program Tukar Tambah dan Donasi

Jika perangkat masih berfungsi meski sudah usang, opsi tukar tambah dari produsen seperti Apple, Samsung, atau Xiaomi bisa menjadi jalan keluar. Program ini biasanya memberikan kredit pembelian untuk produk baru, sekaligus memastikan perangkat lama diproses secara resmi.

Untuk laptop atau tablet yang masih menyala namun sudah lambat, donasi ke lembaga pendidikan atau komunitas yang membutuhkan perangkat belajar juga lebih baik daripada membiarkannya menganggur di laci.

Perhatikan Regulasi Lokal Soal E-Waste

Indonesia sendiri masih berjuang dengan infrastruktur daur ulang elektronik. Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume limbah elektronik nasional terus meningkat setiap tahun, namun kapasitas pengolahannya masih jauh dari cukup.

Konsumen bisa mulai dengan mencari bank sampah digital atau drop box e-waste di pusat perbelanjaan terdekat. Beberapa operator seluler juga menerima ponsel bekas di gerai resminya untuk diteruskan ke mitra daur ulang.

Membuang elektronik dengan benar memang butuh usaha ekstra. Tapi itu jauh lebih baik daripada menambah beban TPA dan membahayakan orang lain.

Sumber: bgr.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks