Pencarian

Tiga Pesawat Casa NC-212 TNI AU Tiba di Kalimantan untuk Tebar Garam Pemadam Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 • 14:29:01 WIB
Tiga Pesawat Casa NC-212 TNI AU Tiba di Kalimantan untuk Tebar Garam Pemadam Karhutla
Tiga pesawat Casa NC-212 TNI AU tiba di Kalimantan untuk memperkuat operasi penyemaian awan guna memadamkan karhutla.

MARSMA TNI I Nyoman Suadnyana, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, menyatakan pengerahan pesawat dari Skadron Udara 4 itu bertujuan memperkuat unsur udara yang tengah bertugas menekan kabut asap di wilayah Kalimantan. "Pesawat tersebut akan memperkuat unsur udara yang sudah berada di wilayah Kalimantan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Penerbangan yang dimulai dari Lanud Abdulrachman Saleh itu menambah jumlah armada yang telah beroperasi di bawah koordinasi BPBD. Total 20 pesawat kini berpusat di Kalimantan, terdiri atas lima helikopter, tiga pesawat khusus modifikasi cuaca, dan 12 helikopter besar untuk water bombing.

Prioritas Penyemaian Awan di Titik Api Kaltim

Dengan tambahan tiga unit Casa NC-212, TNI AU menargetkan operasi penyemaian awan bisa berjalan lebih masif. "Dengan tambahan tiga pesawat Cassa ini, dukungan TNI AU diharapkan dapat semakin optimal, khususnya dalam pelaksanaan OMC untuk membantu mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan," ujar Nyoman.

Kebutuhan armada tambahan ini mengemuka setelah data BPBD Kaltim pada Rabu (19/8) mencatat 413 titik kebakaran. Kabupaten Kutai Barat menjadi wilayah terparah dengan 269,34 hektare lahan hangus yang tersebar di 70 titik kejadian.

Sebaran 42 Armada Udara di Dua Pulau

Pengerahan ke Kalimantan ini merupakan bagian dari operasi besar penanganan karhutla nasional. Sebelumnya, sebanyak 42 pesawat telah disiagakan di enam provinsi rawan api, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Sebanyak 22 pesawat lainnya berpusat di Sumatra untuk menangani titik api di wilayah barat Indonesia. Konsentrasi armada di dua pulau ini menunjukkan skala darurat asap yang tengah dihadapi, mengingat kabut pekat dilaporkan sudah mengganggu aktivitas warga di beberapa lokasi Kalimantan dalam beberapa hari terakhir.

Kehadiran pesawat Casa NC-212 yang memiliki kemampuan terbang pada ketinggian menengah diharapkan menjadi pengungkit efektivitas OMC. Berbeda dengan helikopter water bombing yang memadamkan api dari permukaan, pesawat ini bertugas menyemai garam ke awan agar hujan buatan segera turun dan membasahi lahan gambut yang rawan terbakar.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks