MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 26,15 poin atau 0,43 persen ke level 6.121 pada perdagangan Selasa (29/9). Meski terkoreksi, sejumlah analis menilai indeks berpeluang bangkit dalam jangka pendek dengan target pengujian area 6.152-6.196. Pelaku pasar mencermati level support 6.015 sebagai penentu arah tren selanjutnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam fase pemulihan teknikal. Pihaknya memproyeksikan indeks bergerak di rentang support 6.041 dan 5.984, dengan resistance di 6.297 dan 6.419.
"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga berpeluang menguat menguji area 6.152-6.196. Namun, waspadai potensi koreksi lanjutan menuju 5.850-5.946," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support 6.015 Jadi Kunci Arah Tren
Pandangan serupa datang dari Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia menilai indeks berpeluang mengakhiri tren turun jangka pendek setelah rebound dari area support 6.015-6.029 pada perdagangan sebelumnya.
"Jika penutupan harian IHSG tetap berada di atas 6.015, indeks diperkirakan segera mengakhiri tren turun jangka pendek dan berpeluang menguat menuju 6.423 atau lebih tinggi," ujar Ivan.
Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 6.015, 5.850, dan 5.607, dengan resistance 6.258, 6.423, 6.552, dan 6.712 pada perdagangan hari ini.
Rekomendasi Saham dari Dua Sekuritas
Kedua analis menyodorkan sejumlah saham pilihan untuk dicermati pelaku pasar. Rekomendasi ini muncul di tengah tekanan jual yang masih membayangi indeks.
- MNC Sekuritas: BBCA, ICBP, MBMA, dan UNTR
- Binaartha Sekuritas: AMRT dan TLKM
Tekanan Jual dan Nilai Transaksi Rp13,15 Triliun
Pada penutupan Selasa (29/9), IHSG tercatat melemah 26,15 poin atau minus 0,43 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi mencapai Rp13,15 triliun dengan volume 38,28 miliar saham diperdagangkan.
Dari sisi breadth pasar, sebanyak 303 saham menguat, 373 saham terkoreksi, dan 118 saham stagnan. Angka ini menunjukkan tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan aksi beli.
Dua Skenario yang Perlu Dicermati Investor
Jika IHSG mampu bertahan di atas level 6.015, skenario penguatan menuju 6.423 menjadi terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut berpotensi membawa indeks kembali menguji support 5.850-5.946.
Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan indeks pada sesi pembukaan untuk mengonfirmasi arah tren. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing.