Pencarian

IHSG Diproyeksi Menguat ke 5.046-5.133, Waspadai Koreksi ke 4.766

Selasa, 20 Oktober 2026 • 06:21:01 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat ke 5.046-5.133, Waspadai Koreksi ke 4.766
Pergerakan IHSG di lantai bursa menjadi sorotan setelah ditutup melemah 3,64% ke level 4.996 pada Senin (19/10).

MEDIALOKAL.CO — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Selasa (20/10) menuju area 5.046-5.133, setelah sehari sebelumnya ambruk 3,64% ke level 4.996. Dua analis sekuritas berbeda arah pandang: satu melihat peluang penguatan lanjutan, satu memprediksi koreksi belum berakhir. Pelaku pasar diminta mencermati level support dan resistance sebelum mengambil posisi.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji area 5.046-5.133. Proyeksi ini muncul setelah indeks ditutup melemah 188,49 poin atau minus 3,64% ke level 4.996 pada Senin (19/10).

Herditya memperingatkan potensi pembalikan arah yang dapat membawa indeks terkoreksi ke rentang 4.766-4.846. Rentang support dan resistance harian yang ia proyeksikan berada di 4.915 dan 4.754 untuk sisi bawah, serta 5.318 dan 5.563 untuk sisi atas.

Hitungan Gelombang Elliott di Balik Proyeksi Penguatan

Dasar proyeksi MNC Sekuritas adalah hitungan gelombang Elliott pada timeframe kecil. Menurut Herditya, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iii dari wave (iii) dari wave [v].

"Pada timeframe kecil, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iii dari wave (iii) dari wave [v]. Penguatan masih berpeluang berlanjut ke 5.046-5.133, tetapi waspadai pembalikan arah menuju 4.766-4.846," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Dari riset tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni AADI, ADRO, ANTM, dan TAPG.

Pandangan Berbeda: Koreksi Dinilai Belum Berakhir

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova tidak sepenuhnya sepakat. Ia memperkirakan indeks saham masih berpotensi melanjutkan pelemahan karena tren koreksi diperkirakan belum berakhir. Posisi indeks saat ini disebut hampir mencapai target Fibonacci 200 persen di level 4.737.

Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka bila indeks mampu bertahan di atas level tersebut pada penutupan mingguan. Ivan menegaskan penguatannya kemungkinan terbatas.

"IHSG hampir mencapai target Fibonacci 200 persen di level 4.737 sebagai proyeksi subwave iii dari wave v. Jika penutupan mingguan bertahan di level 4.737 atau lebih tinggi, indeks diharapkan dapat mengalami rebound," ujar Ivan.

Binaartha memproyeksikan IHSG bergerak di level support 4.900, 4.767, dan 4.629, dengan resistance 5.068, 5.167, dan 5.328. Saham yang direkomendasikan Ivan adalah INCO, JPFA, PGAS, dan PGEO.

Beban Transaksi Rp 25 Triliun dan 656 Saham Terkoreksi

Tekanan jual pada perdagangan Senin terbilang masif. Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp 25,06 triliun dengan volume perdagangan sekitar 33,93 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,61 juta kali.

Dari sisi breadth pasar, 656 saham terkoreksi, 100 saham menguat, dan 43 saham stagnan. Rasio tersebut menunjukkan tekanan jual yang merata, bukan hanya terpusat di saham berkapitalisasi besar.

Bagi investor, dua proyeksi yang berseberangan ini menandakan pasar sedang berada di titik krusial. Level 4.737 pada penutupan mingguan menjadi penentu apakah skenario rebound Binaartha berlaku, sementara penembusan 5.046-5.133 akan mengonfirmasi hitungan gelombang MNC Sekuritas.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks