INDRAGIRI HILIR — Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) Kabupaten Indragiri Hilir didampingi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kecamatan Reteh menemui keluarga korban pada Kamis (01/10) di Pulau Kijang dalam rangka menindaklanjuti kasus penemuan jenazah seorang pria di wilayah Pasengrahan, Kecamatan Sungai Batang, Indragiri Hilir.
Pertemuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas IPSS serta KKSS terhadap keluarga korban. Dalam kesempatan itu, rombongan juga mendengarkan langsung informasi dan harapan keluarga terkait proses penanganan kasus tersebut.
Sekretaris IPSS Kabupaten Indragiri Hilir, Sataril Gaffar, mengatakan pihaknya datang bukan untuk mendahului proses penyelidikan ataupun menyimpulkan penyebab kematian korban.
“Kami datang untuk menyampaikan rasa duka dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Kami juga ingin mendengar langsung dari keluarga terkait apa yang mereka harapkan dalam proses penanganan kasus ini,” ujar Sataril.
Menurutnya, IPSS Inhil bersama KKSS Kecamatan Reteh akan terus memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Pihaknya juga mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, serta berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.
Dorong Hasil Autopsi Jadi Bagian Penting Pengungkapan Kasus
Sementara itu, mewakili KKSS Kecamatan Reteh, M. Taufan, mengatakan pertemuan dengan keluarga korban penting dilakukan agar pihaknya dapat memahami persoalan secara langsung dan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga korban tidak merasa sendiri menghadapi persoalan ini. Kami hadir untuk mendengarkan, memberikan dukungan dan menyampaikan aspirasi keluarga kepada pihak-pihak terkait,” kata M. Taufan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
pada Jumat, 02 Oktober akan dilakukan autopsi terhadap jenazah korban sebagai bagian dari upaya penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih jelas.
Pihak Keluarga berharap hasil autopsi, keterangan saksi, serta bukti-bukti lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat ditelusuri secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
“Kami berharap seluruh informasi dan hasil autopsi yang dilakukan, keterangan saksi, serta bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat ditelusuri secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penyelidikan sepenuhnya perlu diserahkan kepada aparat yang berwenang agar setiap fakta dapat diuji berdasarkan prosedur hukum. tambah M. Taufan."
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua KKSS Kecamatan Reteh H. Mansur, Sekretaris KKSS Kecamatan Reteh H. Yunus HU, M. Taufan, serta beberapa Pengurus KKSS Kecamatan Reteh.
Kehadiran KKSS dan IPSS Kecamatan Reteh menjadi bentuk solidaritas keluarga besar masyarakat Sulawesi Selatan di Kabupaten Indragiri Hilir terhadap keluarga korban.
IPSS Inhil juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan.
Sataril menegaskan, IPSS tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri terkait kasus tersebut. Menurutnya, yang menjadi perhatian utama adalah agar keluarga memperoleh kepastian mengenai peristiwa yang menimpa korban.
“Kami tidak ingin membuat kesimpulan sendiri. Kami hanya ingin kebenaran terungkap berdasarkan fakta dan proses hukum. Apa pun hasil penyelidikan nantinya, yang terpenting keluarga mendapatkan kepastian dan kejelasan,” tutup Sataril Gaffar.