Cangkul Jadi Simbol May Day di Kecamatan Kateman: Buruh PT Sambu Bersama Polri dan TNI Tanam Masa Depan
Indragiri Hilir – Jumat (1/5/2026) pukul 14.30 WIB, langit Parit 10 Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, tak hanya cerah. Ia jadi saksi. Saksi ketika tangan buruh, tangan manajemen, tangan TNI-Polri, dan tangan pemerintah menggenggam cangkul yang sama. May Day 2026 di Kateman tak diisi teriakan. Ia diisi akar. Ia diisi tanah. Ia diisi bibit kelapa, mangga, rambutan, dan kelengkeng yang ditanam untuk anak cucu Indonesia.
Semangat itu mengalir dari 60 karyawan PT Pulau Sambu Group. Dari Ketua SPTP PT PSG Deni Sianipar, Ketua STI PT STI E. Nainggolan, Humas PT Sambu Group Ade Barza. Dari Camat Kateman Akapriadi, S.H., Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, S.H., M.H., Sertu Edi Dzalukhu mewakili Danramil 06 Kateman, dan Kades Air Tawar Khalilullah Almuharram. Mereka berkumpul bukan untuk rapat. Tapi untuk menanam. Menanam kehidupan.
Acara dibuka dengan doa. Sebab sebelum cangkul menghentak tanah, langit harus dimintai restu. Sambutan bergantian dari Ketua SPTP, Humas Sambu Group, dan Camat Kateman. Semua bicara satu hal: May Day bukan hari marah. May Day adalah hari merawat. Merawat bumi, merawat hubungan, merawat Indonesia.
Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, S.H., M.H. berdiri tegap, suaranya lembut namun tegas. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara buruh, manajemen, dan pemerintah, serta TNI-Polri,” ucapnya. Kalimat yang merangkul semua. Bahwa seragam dan wearpack bisa bergandengan. Bahwa keamanan dan kesejahteraan tak perlu dipertentangkan.
Momen haru datang saat Forkopimcam Kateman menyerahkan bibit pohon secara simbolis. Bibit itu diterima manajemen dan perwakilan buruh dari Persatuan Serikat Buruh PT Sambu Group serta Persatuan Buruh Serikat Independen PT STI. Tangan yang biasa menuntut hak, hari itu menerima amanah. Amanah untuk merawat. Untuk menumbuhkan. Untuk mewariskan.
Lalu cangkul diangkat. Forkopimcam bersama buruh dan manajemen memimpin penanaman. Satu lubang, satu bibit, satu doa. Kelapa untuk keteguhan. Mangga untuk manisnya kebersamaan. Rambutan untuk rambut merah persatuan. Kelengkeng untuk bulatnya tekad. Di Parit 10, May Day tak lagi tentang spanduk. Ia tentang akar yang menancap.
Pukul 16.00 WIB, kegiatan selesai. Aman, tertib, lancar. Tapi yang lebih penting: ia selesai dengan harapan. Bahwa lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, anak Kateman bisa berteduh di bawah pohon yang ditanam buruh dan bosnya. Bahwa Inhil punya cerita May Day yang tak gaduh, tapi tumbuh.
Ini wajah May Day Indonesia. Wajah yang tak melulu demo. Wajah yang bisa dialog. Wajah yang bisa tanam pohon. Wajah yang percaya bahwa buruh sejahtera, perusahaan maju, lingkungan lestari, adalah satu tarikan napas bernama Indonesia.
Dari Parit 10, pesan itu menjalar. Bahwa ketika buruh dan manajemen mau menunduk ke tanah yang sama, maka Indonesia sedang berdiri tegak. Dan selama TNI-Polri mau mengawal cangkul bukan hanya pentungan, maka negeri ini punya masa depan yang rindang.(*)


Berita Lainnya
Kopda Bambang W Rajut Kekompakan Lewat Komsos, Gotong Royong Jadi Napas Kemuning
Sertu Benri Sisir Tapal Batas Bersama Warga, Titik Api Nihil Reteh Bernapas Lega
Pagi di Kelurahan Madani: Serda Margono Rangkul Warga Lewat Komsos, Rawat Kerukunan Demi Inhil Damai
Serka Surachman Rajut Silaturahmi Lewat Komsos, Hidupkan Pancasila dari Kampung
Patroli Jumat di Tanjung Melayu, Serda Ali B. Harahap Tak Temukan Titik Api
Layanan Kunjungan Tatap Muka WBP Lapas Tembilahan, Utamakan Keamanan dan Pelayanan Prima
Kopda Bambang W Rajut Kekompakan Lewat Komsos, Gotong Royong Jadi Napas Kemuning
Sertu Benri Sisir Tapal Batas Bersama Warga, Titik Api Nihil Reteh Bernapas Lega
Pagi di Kelurahan Madani: Serda Margono Rangkul Warga Lewat Komsos, Rawat Kerukunan Demi Inhil Damai
Serka Surachman Rajut Silaturahmi Lewat Komsos, Hidupkan Pancasila dari Kampung
Patroli Jumat di Tanjung Melayu, Serda Ali B. Harahap Tak Temukan Titik Api
Layanan Kunjungan Tatap Muka WBP Lapas Tembilahan, Utamakan Keamanan dan Pelayanan Prima