MEDIALOKAL.CO — Garibaldi "Boy Thohir" memperkuat kepemilikan di PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV) lewat dua entitas Trinugraha, masing-masing 4,86% dan 2,25%, saat perseroan mengebut pembangunan data center berkapasitas 102 MW. Kehadiran pengusaha energi itu dinilai menambah kredibilitas pendanaan di tengah kebutuhan modal ekspansi yang jumbo.
Data Stockbit Sekuritas per 2 September 2026 mencatat PT Nextier Datamate Center (NDC) masih menjadi pengendali MGLV dengan porsi 67,08%. Posisi Boy Thohir datang melalui PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86% dan PT Trinugraha Thohir sebesar 2,25%.
Struktur pemegang saham itu menempatkan Boy Thohir sebagai salah satu pemilik signifikan di luar kendali NDC. Namanya dikenal lewat jejak investasi di sektor energi dan infrastruktur, latar yang dianggap relevan dengan bisnis data center yang padat modal.
Transformasi Bisnis ke Data Center 102 MW
MGLV sedang mengakselerasi peralihan bisnis menuju industri data center. Target kapasitas yang dikejar mencapai 102 MW, angka yang menuntut belanja modal besar untuk lahan, kelistrikan, pendinginan, dan konektivitas.
Kebutuhan pendanaan jumbo inilah yang membuat komposisi pemegang saham jadi sorotan. Investor institusi biasanya menimbang siapa yang duduk di belakang sebuah perusahaan sebelum menaruh dana, terutama untuk proyek yang arus kasnya baru terasa dalam jangka menengah.
Mengapa Nama Boy Thohir Dianggap Penting
Masuknya Boy Thohir dinilai memberi tambahan kredibilitas dalam transformasi bisnis perseroan. Penilaian itu muncul di tengah ekspansi yang membutuhkan pendanaan besar, baik dari pasar modal maupun perbankan.
Kredibilitas pemegang saham berpengaruh langsung ke biaya modal. Nama besar memudahkan perusahaan menjajaki pinjaman sindikasi, penerbitan obligasi, hingga mencari mitra strategis untuk pendanaan proyek data center.
Peta Kepemilikan MGLV
- PT Nextier Datamate Center (NDC): 67,08%
- PT Trinugraha Thohir Harmoni: 4,86%
- PT Trinugraha Thohir: 2,25%
Dua entitas Trinugraha itu mengapit kepemilikan perseroan. Porsi gabungan keduanya mencapai 7,11%, cukup untuk memberi Boy Thohir posisi sebagai pemegang saham terbesar kedua setelah NDC.
Apa Artinya bagi Investor MGLV
Bagi pemegang saham, sinyal yang paling ditunggu adalah kelanjutan eksekusi 102 MW. Target kapasitas itu hanya bermakna kalau terealisasi bertahap dan disertai kontrak penyewaan dengan penyewa jangkar.
Pasar data center Indonesia masih tumbuh seiring kebutuhan komputasi awan dan kecerdasan buatan. Persaingan datang dari operator besar yang lebih dulu mapan, sehingga kecepatan MGLV mengunci lokasi dan pasokan listrik jadi penentu.
Yang perlu dicermati investor berikutnya adalah struktur pendanaan yang dipilih perseroan. Opsi right issue, pinjaman bank, atau kemitraan strategis akan menentukan seberapa besar dilusi yang harus ditanggung pemegang saham minoritas.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi perseroan soal rencana pendanaan spesifik maupun jadwal penyelesaian proyek. Pasar menantikan pengumuman lanjutan sebelum menilai seberapa jauh transformasi ini mengubah lanskap bisnis MGLV.