Pencarian

Prabowo: RI Bakal Produksi Bensin dari Batu Bara, Solar Kini Mandiri

Minggu, 20 September 2026 • 07:01:02 WIB
Prabowo: RI Bakal Produksi Bensin dari Batu Bara, Solar Kini Mandiri
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana produksi bensin berbahan baku batu bara dalam acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur.

MEDIALOKAL.CO — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tengah membidik produksi bensin berbahan baku batu bara untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Rencana itu muncul setelah program biodiesel B50 berbasis minyak sawit membuat Indonesia berhenti mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Langkah tersebut menandai babak baru kemandirian energi yang bertumpu pada sumber daya domestik.

Jakarta, CNBC Indonesia — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan pengembangan bensin berbahan baku batu bara. Rencana itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

Kebijakan ini muncul setelah pemerintah menilai program biodiesel berbasis minyak sawit terus menunjukkan hasil positif. Menurut Prabowo, implementasi solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50 persen atau B50 telah membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026.

Hasil Riset Akademisi Dalam Negeri

Prabowo menyebut pengembangan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri merupakan buah riset dan inovasi para akademisi Indonesia, khususnya dari fakultas-fakultas teknik. Ia menekankan bahwa capaian ini lahir dari kerja serius kalangan profesor di dalam negeri.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, dikutip Minggu (20/9/2026).

Pernyataan itu disampaikan di hadapan peserta acara syukuran pesantren yang berlokasi di Jawa Timur. Prabowo menempatkan inovasi energi sebagai salah satu fondasi kemandirian bangsa ke depan.

Solar Tak Lagi Impor Sejak 1 Juli 2026

Keberhasilan program B50, menurut Prabowo, menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Pemerintah mencatat kemandirian solar tercapai setelah pencampuran minyak sawit dinaikkan ke level 50 persen.

"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," ujarnya.

Prabowo menegaskan, kemandirian solar menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian global yang masih dibayangi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi. Menurutnya, ketergantungan terhadap impor energi berisiko tinggi karena pasokan bahan bakar di pasar global tidak selalu tersedia.

"Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit," kata Prabowo.

Batu Bara Jadi Opsi Berikutnya

Pemerintah berencana melanjutkan pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik, termasuk membuka peluang pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku produksi bensin. Indonesia memiliki cadangan batu bara yang melimpah, sehingga pemanfaatannya untuk energi cair dinilai sejalan dengan strategi mengurangi impor.

Rencana ini melengkapi peta jalan energi nasional yang bertumpu pada sumber daya dalam negeri. Setelah solar dari kelapa sawit, bensin dari batu bara dan kelapa sawit menjadi target berikutnya.

Penutup: Bagi masyarakat, arah kebijakan ini berpotensi menjaga pasokan bahan bakar di tengah gejolak pasar global. Bagi pelaku industri, sinyal ini membuka ruang investasi di sektor pengolahan batu bara dan sawit menjadi bahan bakar cair. Keberhasilan B50 menjadi tolok ukur apakah target bensin dari batu bara bisa dieksekusi dalam waktu dekat.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks