Pencarian

Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun dari Forum London

Sabtu, 07 November 2026 • 06:01:01 WIB
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp6,3 Triliun dari Forum London
Menteri Investasi Rosan P. Roeslani menyampaikan keterangan resmi terkait komitmen investasi dari Indonesia Investment Forum 2026 di London.

MEDIALOKAL.CO — Tiga perjanjian strategis diteken dalam Indonesia Investment Forum 2026 di London dengan total komitmen investasi sekitar Rp6,3 triliun atau setara 385,1 juta dolar AS. Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyebut modal segar itu mengalir ke pemrosesan timah, pusat data berbasis kecerdasan buatan, hingga fasilitas perakitan di kawasan industri. Bagi pelaku industri, kepastian regulasi disebut jadi faktor penentu utama masuknya dana asing tersebut.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas regulasi agar modal global masuk. Kepastian, menurut dia, adalah kunci utama bagi investor.

"Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu menekankan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Mereka mencari kepastian, prediktabilitas, dan proses yang kredibel," ujar Rosan dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (6/11).

Titanium Capital Pimpin dengan Rp4,16 Triliun untuk Pemrosesan Timah

Aliran modal terbesar datang dari Titanium Capital dengan komitmen Rp4,16 triliun (252,1 juta dolar AS) untuk sektor pemrosesan timah. Nilai itu setara sekitar 66% dari total komitmen yang diamankan dalam forum tersebut.

Masuknya dana ke pemrosesan timah menambah deret proyek hilirisasi mineral yang tengah dipacu pemerintah. Sektor ini menjadi salah satu prioritas karena dianggap mampu mendorong nilai tambah komoditas sebelum diekspor.

Axelera Bangun Pusat Data AI di KEK Industropolis Batang

Proyek kedua datang dari Axelera yang akan memajukan pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp1,01 triliun (56 juta dolar AS).

Pusat data AI menempel pada kebutuhan infrastruktur digital yang tumbuh cepat di dalam negeri. Kawasan Ekonomi Khusus menjadi lokasi pilihan karena menawarkan fasilitas dan insentif yang lebih siap bagi investor asing.

BlackInk Garap Fasilitas Perakitan Senilai Rp1,39 Triliun

Proyek ketiga melibatkan BlackInk Co-operation Limited yang akan memanfaatkan lahan kawasan industri untuk fasilitas perakitan. Nilai komitmennya mencapai Rp1,39 triliun (77 juta dolar AS).

Dengan tiga proyek itu, komitmen investasi terbagi ke sektor pengolahan mineral, infrastruktur digital, dan manufaktur perakitan. Sebaran ini memperlihatkan minat investor tidak terpusat pada satu sektor saja.

Pemerintah Janji Terus

Sumber: news.republika.co.id

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks