Pencarian

Harga Emas Anjlok 2,9% Usai Sinyal The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 08:16:01 WIB
Harga Emas Anjlok 2,9% Usai Sinyal The Fed Kembali Naikkan Suku Bunga
Harga emas anjlok 2,9% dalam satu sesi setelah pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai kenaikan suku bunga.

MEDIALOKAL.CO — Pernyataan tegas Kevin Warsh dalam pidato pertamanya sejak menjabat ketua The Fed pada Mei lalu menjadi pemicu utama aksi jual emas. Dalam konferensi tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Jumat pekan lalu, Warsh menegaskan para pembuat kebijakan akan mengembalikan inflasi ke target 2% yang disebutnya sebagai target tegas dan tetap.

Dolar Menguat, Emas Tertekan

Komentar tersebut langsung mendorong indeks dolar AS menguat, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Akibatnya, harga emas anjlok 2,9% dalam satu sesi, penurunan harian terdalam sejak Juli.

"Instrumen utama untuk mencapai mandat ganda adalah suku bunga jangka pendek," tegas Warsh.

Sikap Hawkish Soal Kebijakan Nonkonvensional

Warsh juga memberikan sinyal bahwa The Fed akan membatasi penggunaan kebijakan nonkonvensional di luar kondisi krisis. Ia menilai instrumen seperti pelonggaran kuantitatif hanya relevan untuk menghadapi guncangan ekonomi yang nyata.

"Kebijakan nonkonvensional untuk mendorong aktivitas ekonomi mungkin sesuai untuk menghadapi krisis yang sebenarnya, tetapi di luar itu sebaiknya digunakan secara terbatas, jika memang perlu digunakan," ujarnya.

Sikap ini menegaskan arah kebijakan moneter yang lebih ketat di bawah kepemimpinan Warsh, menghapus ekspektasi pelonggaran dalam waktu dekat.

Apa Artinya bagi Investor Emas?

Bagi investor, kenaikan suku bunga acuan AS biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas. Yield obligasi AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya oportunitas memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas.

Tekanan terbesar justru datang dari penguatan dolar AS. Saat greenback perkasa, daya beli investor global terhadap emas melemah, sehingga permintaan fisik ikut tergerus.

Kondisi ini membuat prospek emas jangka pendek masih suram jika data inflasi AS berikutnya kembali menunjukkan angka yang panas. Pasar kini akan mencermati data tenaga kerja dan inflasi AS pekan-pekan mendatang sebagai penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Investasi mengandung risiko.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks