Waduuuh...! 13 Hotspot Muncul di Riau Pagi Ini
PEKANBARU, Medialokal.co — BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi kemunculan 13 titik panas atau hotspot di Riau hari ini, Minggu, 30 Agustus 2020.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru Putri Santy Siregar menjelaskan 13 hotspot itu terpantau keberadaannya di 8 daerah di Riau.
Adapun rinciannya, di Kabupaten Bengkalis terdapat 2 titik, sedangkan di Kampar adq 1 titik, lalu Kuansing 2, dan Pelalawan terdapat 1 titik Hotspot.
Selain itu, titik panas juga terdeteksi kemunculannya di Kabupaten Rokab Hilir dengan jumlah 3 titik panas, kemudian di Rokan Hulu terdapat 2 titik, Lalu Indragiri Hilir 1 dan Indragiri Hulu juga terdapat 1 titik panas.
Secara keseluruhan, dijelaskan Putri, di Sumatera hari ini terpantau kemunculan 22 titik panas. Terdapat di 7 provinsi. “Provinsi terbanyak menyumbang titik panas adalah Sumatera Selatan (Sumsel) berjumlah 23 titik,” jelasnya.
Selian itu, dia merincikan terdapat 22 titik panas di Provinsi Bengkulu, 19 titik di Jambi, 13 di Riau, 10 di Sumbar, dan 5 hotspot di Provinsi Lampung. (*)


Berita Lainnya
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas