Pencarian

Pelindo Relokasi Terminal LNG Benoa, Arus Bongkar Muat Tembus 11,05 Juta MMBtu

Selasa, 22 September 2026 • 06:41:01 WIB
Pelindo Relokasi Terminal LNG Benoa, Arus Bongkar Muat Tembus 11,05 Juta MMBtu
PT Pelindo Multi Terminal merelokasi Terminal LNG Benoa ke Area Pengembangan 2 BMTH sebagai bagian penataan kawasan Pelabuhan Benoa.

MEDIALOKAL.CO — PT Pelindo Multi Terminal merelokasi Terminal LNG Benoa ke Area Pengembangan 2 (AP2) Bali Maritime Tourism Hub sebagai bagian dari penataan kawasan Pelabuhan Benoa. Relokasi ini dilakukan tanpa menghentikan fungsi terminal yang menopang pasokan energi Bali. Hingga Agustus 2026, arus bongkar muat LNG di terminal tersebut mencapai 11,05 juta MMBtu, naik 3,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Paragraf pembuka: PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), memindahkan Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) Benoa dari kawasan Bali Cruise Ship Terminal (BCST) ke Area Pengembangan 2 (AP2) Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Langkah ini menjadi bagian dari penataan kawasan Pelabuhan Benoa sekaligus pengembangan BMTH sebagai Program Strategis Nasional (PSN). Fungsi terminal sebagai pemasok energi Bali tetap dipertahankan meski lokasinya bergeser ke sisi utara pelabuhan.

Kinerja Bongkar Muat Terminal LNG Benoa

Hingga Agustus 2026, arus bongkar muat LNG di Benoa tercatat 11,05 juta MMBtu. Capaian itu tumbuh 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 10,65 juta MMBtu. Angka tersebut memperlihatkan aktivitas layanan terminal tetap berjalan di tengah proses penataan kawasan.

Pertumbuhan ini menegaskan posisi Terminal LNG Benoa sebagai simpul penting dalam pemenuhan kebutuhan energi di Pulau Dewata. Aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali yang terus bergerak ikut mendorong kebutuhan pasokan gas.

Alasan Relokasi ke Area Pengembangan 2

Direktur Utama PT Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, menyatakan keberadaan Terminal LNG punya posisi penting dalam mendukung aktivitas energi di Bali. Penataan fasilitas dilakukan dengan mempertimbangkan kesinambungan layanan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan energi yang terus berkembang.

“Pelindo Multi Terminal berkomitmen menjaga keandalan operasional Terminal LNG Benoa untuk mendukung ketahanan energi di Bali dan sekitarnya. Relokasi ke Area Pengembangan 2 merupakan bagian dari penataan kawasan BMTH, namun fungsi terminal sebagai bagian dari rantai pasok energi tetap kami jaga agar dapat beroperasi secara optimal,” ujar Sugeng dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).

Dampak ke Pasokan Energi Bali

Bagi masyarakat dan pelaku usaha di Bali, perpindahan lokasi terminal tidak mengubah aliran pasokan gas yang selama ini menopang listrik dan industri. Pembangkit listrik, hotel, restoran, serta sektor pariwisata yang bergantung pada pasokan energi tetap mendapat layanan yang sama.

Pengembangan BMTH sendiri diarahkan untuk memperkuat posisi Pelabuhan Benoa sebagai pusat aktivitas maritim dan pariwisata. Terminal LNG dipindahkan ke sisi utara agar kawasan selatan pelabuhan bisa dimaksimalkan untuk fungsi cruise dan tourism hub.

Penutup: Relokasi Terminal LNG Benoa menunjukkan penataan kawasan pelabuhan bisa berjalan tanpa mengorbankan fungsi strategisnya. Dengan arus bongkar muat yang masih tumbuh 3,7 persen, terminal ini tetap menjadi penopang utama kebutuhan energi Bali seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pariwisata di Pulau Dewata.

Sumber: idxchannel.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks