Presiden Hipemarohi Pekanbaru Katakan ini Soal Kasus Dugaan Penganiayaan di Rohil
ROKAN HILIR, Medialokal.co - Penghulu Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir berinisial YK akhirnya dilaporkan oleh Juliardi selaku Ketua BPKep Rantau Bais ke Aparat Kepolisian Polsek Tanah Putih Resor Rokan Hilir terkait dugaan kasus penganiayaan, Selasa 5 Januari 2020 sekira pukul 14.56 Wib.
Khoirun Azwandi selaku Presiden Hipemarohi (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Rokan Hilir) Pekanbaru menyampaikan terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut berharap pihak kepolisian segera memproses.
"Kita minta Kapolsek Tanah Putih Kompol Y.E Bambang Dewanto SH untuk sesegera mungkin melakukan penahan, bila perlu jemput paksa terduga" tuturnya
Kemudian, presiden Hipemarohi ini juga mengatakan dan meminta kepada BNN lakukan tes urin terhadap penghulu Rantau Bais ini.
Khoirun azwandi juga menegaskan pihaknya akan mengawal masalah ini sampai selesai.
"Kami dari HIPEMAROHI-Pekanbaru sebagai Social Control siap mengawal kasus ini sampai selesai" tutupnya.
Laporan : Rita


Berita Lainnya
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas