Ditemukan Meninggal Dunia, Korban Kedua Tenggelam Di Sungai Kampar
PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO -- Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua yang tenggelam di Sungai Kampar. Setelah melakukan upaya pencarian, korban ditemukan pada Rabu (18/10/2023) sekitar pukul 22.18 WIB.
Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, setelah mendapatkan laporan adanya anak-anak yang tenggelam di Sungai Kampar. Pihaknya langsung memberangkatkan tim kelokasi kejadian, tim tiba di lokasi pukul 21.15 WIB.
"Setelah tiba di lokasi, tim langsung melaksanakan koordinasi dengan unsur yang terlibat, dilanjutkan pencarian di sekitar lokasi kejadian di Sungai Kampar, Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar," katanya.
Setelah upaya pencarian tersebut, pada pukul 22.18 WIB, tim SAR gabungan telah menemukan korban kedua dalam keadaan meninggal dunia pada titik Koordinat 0°21'3.46"N 101°7'41.84"E sekitar 100 meter ke arah hilir dari lokasi kejadian.
"Korban kemudian dievakuasi ke rumah duka. Dengan telah ditemukannya kedua korban maka operasi SAR ditutup dan unsur yang terlibat kembali ke instansi masing-masing," ujarnya.
"Dari informasi yang didapat, kedua korban tenggelam tersebut masih bersaudara. Dan saat keduanya mandi di sungai, tanpa ada pengawasan orang tua," sambung Budi.
Untuk diketahui, dua orang anak masing-masing berinisial C (4) dan T (5) warga Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar. Dua bocah ini dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar, Rabu (18/10/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelum tenggelam, kedua dilaporkan sedang mandi-mandi di sungai tersebut.
Pada saat peristiwa tersebut, warga sekitar juga langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan satu korban yakni C berusia 4 tahun dalam kondisi meninggal dunia.
"Sementara itu satu korban lagi yakni T berusia 5 tahun masih dalam proses pencarian," ujarnya.(*)


Berita Lainnya
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas