MEDIALOKAL.CO — Dasar hitungannya adalah penelusuran data Dewan Ekonomi Nasional. Dari total anggaran subsidi bantuan sosial, 45% dinilai tidak tepat sasaran, sementara 55% sisanya tepat sasaran.
Total anggaran subsidi bantuan sosial di Kementerian Sosial mencapai Rp78 triliun pada 2025. Dari situ, potensi pemborosan akibat salah sasaran dihitung masuk puluhan triliun rupiah.
Dari Mana Angka 45% Tidak Tepat Sasaran
Andy menyebut temuan itu muncul justru karena pemerintah membuka data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, keterbukaan data itulah yang memungkinkan penghitungan ketidaktepatan sasaran dilakukan.
"Itu sebenarnya terjadi bukan karena tidak terbuka data. Justru karena pemerintah terbuka," kata Andy dalam paparannya.
Ia menambahkan, tanpa desil, angka ketidaktepatan sasaran sebesar 45% itu sulit didapat. Karena itu, desil dinilai penting untuk mengoreksi kesalahan penargetan penerima bantuan.
"Dari sini saja kita bisa simpulkan, bayangin kalau kita enggak punya desil, bisa enggak dapat angka 45% tidak akurat? Maka inilah yang kemudian penting untuk bisa mengkoreksi ketidaktepatan sasaran itu," ujarnya.
Kenapa Penargetan Bansos Sulit Tepat Sasaran
Andy menjelaskan, penyaluran bantuan sosial di Indonesia memakai pendekatan targeted atau menyasar kelompok tertentu. Konsekuensinya, pemerintah harus memilih siapa yang layak menerima dan siapa yang tidak.
Pemilihan itu menuntut data yang kuat dan akurat. Dalam pendekatan targeted, data penerima harus punya peringkat atau ranking yang jelas.
"Kalau targeted, tantangannya adalah kita mining datanya harus kuat. Datanya harus akurat. Ada rankingnya, karena targeted menuntut pemerintah untuk memilih," kata Andy.
Apa Arti Desil bagi Penerima Bansos
Desil adalah pembagian penduduk ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Semakin rendah desilnya, semakin miskin kelompok tersebut.
Dengan sistem ini, pemerintah bisa menentukan siapa yang masuk kelompok paling bawah dan diprioritaskan menerima bantuan. Data DTSEN menjadi rujukan utama dalam penentuan peringkat itu.
Bagi masyarakat, status desil seseorang berpengaruh pada peluang masuk daftar penerima bansos. Karena itu, pembaruan data di DTSEN menjadi krusial agar tidak salah kelompok.
Cara Cek Status Penerima
Masyarakat yang ingin mengetahui status penerima bantuan sosial dapat mengeceknya melalui kanal resmi Kementerian Sosial. Informasi lengkap soal kriteria dan jadwal pencairan dapat diakses melalui kanal resmi tersebut.
Pastikan data kependudukan dan kondisi ekonomi keluarga selalu diperbarui di desa atau kelurahan. Data yang tidak mutakhir berisiko membuat seseorang masuk kelompok desil yang salah.
Waspadai Penipuan Berkedok Bansos
Kementerian Sosial tidak memungut biaya apa pun untuk pendaftaran atau pencairan bantuan sosial. Jika ada pihak yang meminta uang untuk mengurus bansos, itu penipuan.
Laporkan segala bentuk pungli atau calo bansos ke kanal pengaduan resmi Kementerian Sosial. Simpan bukti komunikasi jika ada oknum yang menjanjikan bantuan dengan imbalan tertentu.