MEDIALOKAL.CO — Harga emas spot naik 0,63% ke US$4.290,48 per troy ounce pada Kamis (17/9/2026) pukul 10.35 WIB, tetapi masih tertekan 2,84% dalam sebulan terakhir. Tekanan datang setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin dan membuka peluang kenaikan lanjutan. Investor perlu mencermati sejumlah faktor sebelum menentukan waktu pembelian emas.
Kenaikan harga emas pada perdagangan Kamis (17/9/2026) belum cukup mengangkat posisi logam mulia dari tekanan bulanan. Dalam sebulan terakhir, harga emas masih turun 2,84% seiring ekspektasi kebijakan moneter AS yang belum mereda.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai harga emas secara teknikal berpotensi melanjutkan pelemahan. Pada grafik harian, XAUUSD diperkirakan menguji area support di level 4.235 hingga 4.186.
Tujuh Faktor yang Menentukan Arah Harga Emas
Pergerakan emas pada September 2026 dipengaruhi kombinasi faktor makroekonomi dan permintaan struktural. Berikut faktor yang perlu dicermati investor:
- Kebijakan suku bunga The Fed — perubahan ekspektasi suku bunga AS memengaruhi daya tarik emas dibandingkan aset berbunga.
- Pergerakan dolar AS — harga emas dunia dinyatakan dalam dolar, sehingga perubahan nilainya berdampak pada harga dan daya beli investor di luar AS.
- Imbal hasil obligasi dan suku bunga riil — perubahan real yield berbasis dolar memengaruhi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.
- Risiko geopolitik — ketidakpastian global mendorong permintaan emas sebagai aset diversifikasi.
- Pembelian bank sentral — pembelian resmi China meningkat pada Agustus 2026, menjadikan aktivitas bank sentral faktor struktural penting.
- Arus investasi ETF emas — pada Agustus 2026, ETF emas fisik global mencatat inflow US$18 miliar, dengan kepemilikan naik 121 ton menjadi 4.189 ton.
- Kondisi ekonomi dan inflasi — perubahan ekspektasi inflasi berdampak pada suku bunga, imbal hasil riil, dan nilai dolar.
Mengapa September 2026 Jadi Periode Krusial
September 2026 menjadi periode penting karena keputusan kebijakan moneter The Fed memengaruhi ekspektasi suku bunga, dolar AS, dan imbal hasil obligasi yang berdampak langsung pada emas.
Hubungan antara suku bunga dan emas tidak selalu satu arah. Reaksi emas terhadap perubahan suku bunga bergantung pada penafsiran pasar terhadap keputusan tersebut dan kondisi ekonomi yang melatarbelakanginya.
Empat Strategi Menentukan Waktu Pembelian
Alih-alih menunggu satu hari yang dianggap paling murah, investor dapat mempertimbangkan beberapa pendekatan berikut:
1. Membeli saat harga emas mengalami koreksi. Koreksi menjadi momentum yang dicermati karena investor tidak harus membeli ketika harga sedang naik. Namun, penurunan harga tidak menjamin harga akan langsung kembali naik.
2. Menunggu respons pasar setelah keputusan The Fed. Investor sebaiknya tidak membeli sebelum pengumuman hanya karena asumsi harga akan naik atau turun. Cermati respons pasar setelah keputusan diumumkan.
3. Menerapkan strategi pembelian bertahap. Bagi investor jangka panjang, dana dapat dibagi ke beberapa periode pembelian sehingga harga rata-rata perolehan terbentuk secara bertahap dan risiko membeli di level tinggi berkurang.
4. Memperhatikan harga emas domestik. Investor emas Antam perlu memantau harga domestik melalui situs resmi Logam Mulia. Meskipun harga emas dunia turun, harga emas dalam rupiah tidak selalu turun dengan besaran yang sama.
Proyeksi Akhir September 2026
Harga emas global diproyeksikan masih menghadapi tekanan setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin dan membuka peluang kenaikan lanjutan pada 2026. Level support teknikal yang perlu dicermati berada di area 4.235 hingga 4.186.
Bagi investor jangka panjang, strategi pembelian bertahap dan pencermatan terhadap respons pasar setelah keputusan The Fed menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu pembelian emas pada periode ini.