FJPI Riau dan FKPT Tandatangani MoU Perempuan sebagai Agen Perdamaian
PEKANBARU, Medialokal.co - Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Riau menadatangani Memorandum of Understanding (MoU) Perempuan Agen Perdamaian dalam pencegahan Radikalisme dan Terorisme, Rabu (16/09/2020l di Grand Zuri Hotel, Pekanbaru. Kegiatan ini diinisiasi Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau.
Penandatanganan sekaligus deklarasi komitmen bersama pelibatan perempuan sebagai agen perdamaian dilakukan Ketua FJPI Riau, Luzi Diamanda, bersama-sama dengan pimpinan organisasi perempuan lainnya seperti Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Riau, Ade Hartati dan juga Ketua BKOW Riau.
Luzi Diamanda mengatakan perempuan adalah ujung tombak pendidikan keluarga. Dari tangan perempuan lahir generasi muda bangsa, jadi baik atau buruk mentalnya, lebih banyak karena peran ibu, peran perempuan.
Luzi menyebutkan sangat tepat acara yang ditaja FKPT ini menggandeng organisasi perempuan untuk menjadikan perempuan sebagai agen perdamaian.
Menurutnya, tanpa sosialisasi, tanpa diberitakan, apa yang dilakukan masyarakat juga tidak akan mengetahui kegiatan FKPT ini.
"Jadi sudah tepat FKPT menggandeng FJPl. Di sinilah peran FJPI, menyebar luaskan kepada masyarakat bahwa perempuan adalah agen perdamaian," kata Luzi.
Sementara Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Setdaprov Riau, Jenri Salmon Ginting saat membuka kegiatan mengatakan pencegahan paham radikalisme di Indonesia khususnya di Provinsi Riau, harus terus dilakukan di semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini karena memang terorisme saat ini sudah melibatkan perempuan bahkan anak-anak.
Ia mengatakan berkembangnya paham radikalisme di Indonesia dipengaruhi dan dilatarbelakangi oleh kelompok radikal internasional seperti ISIS, JAD dan lain sebagainya.
"Hal ini yang memicu tumbuhnya kelompok radikal di daerah," ujar Jenri Salmon Ginting.
Ia mengatakan saat ini perempuan juga sudah terlibat dalam aksi terorisme. Salah satu contohnya adalah bom bunuh diri di Gereja Surabaya yang mana pelakunya adalah perempuan dewasa bahkan membawa anak. Ini tentu sangat mengejutkan.
Untuk itu pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar FKPT Riau. Tema perempuan sebagai agen perdamaian ini ingin mepertegas bahwa perempuan mempunyai peran penting dalam menegakkan perdamaian karena mempunyai kelebihan yang tak dimiliki laki-laki.
Kelebihan tersebut berupa insting keibuan yang secara alami dapat menciptakan perdamaian dengan cinta, kepedulian serta harmoni. (*)


Berita Lainnya
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas