Warga Pekanbaru Curhat Banjir, Gubri Gerak Cepat Datang Beri Solusi
PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO -- Memasuki akhir tahun, curah hujan telah mengguyur sebagian di wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru. Bahkan, prediksi BMKG mengatakan, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami awal musim hujan pada bulan Oktober-Desember 2023.
Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, memberikan arahan untuk mewaspadai potensi curah hujan lebat. Ia ingin jangan sampai ada permukiman warga yang terkena dampak banjir.
Gubri Syamsuar juga telah menerima laporan warga Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Mereka mengeluh terkait banjir. Orang nomor satu di Riau itu, langsung bergerak cepat ke lokasi yang berada di Kelurahan Maharatu itu.
“Kami datang kesini karena ada mendengar curhat dari warga sini. Kami baru pulang dari Dumai langsung datang ke sini, tujuannya ya untuk melihat drainase,” kata Gubri Syamsuar di lokasi, pada Minggu (29/10/2023) sore.
Setelah melihat kondisi sistem drainase di permukiman warga tersebut, Gubri mengarahkan pihak terkait untuk melakukan perbaikan drainase. Ia memerintahkan Dinas PUPR Provinsi Riau untuk membantu dengan alat berat.
“Jadi kami hadir untuk menyelesaikan permasalahaan disini. Oleh karna itu, kami bersama Kepala Dinas PUPR telah melihat ke lokasi. Itu bisa dikerjakan. Insyaallah secepatnya kami kerjakan, kalau alatnya kami ada,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Riau, Yufendri menerangkan, bahwa kawasan Kelurahan Maharatu termasuk wewenang dari Pemprov Riau. Hal ini lantaran alur dari aliran air merupakan masuk ke sungai Kampar.
“Terkait untuk pembangunan ini, kalau tak ada halangan dua hari lagi bisa kami kerjakan. Karna kawasan sini masuk kewenangan kami. Alur air ini, masuk ke aliran sungai Kampar,” terangnya.
“Panjangnya pekerjaan drainase ini ada sepanjang 200 meter. Semoga dengan adanya pembangunan ini nanti tidak ada lagi permasalahan banjir disini,” ujarnya.
Sementara itu, Warga Maharatu bernama Jasniar mengungkapkan, bahwa kawasan tersebut acap kali terendam oleh air setelah hujan deras. Bahkan, setelah air meluap hingga ke jalan, mulai tercium aroma bau limbah busuk.
“Daerah sini sering banjir, apalagi kalau hujan beberapa jam saja tergenang sampai ke jalan. Sudah dari lama daerah sini tergenang, bau limbah yang kami rasakan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Jasniar yang merupakan warga di RT03 RW06 itu, mengapresiasi gerak cepat dari Gubri. Menurutnya, Syamusar merupakan Gubernur pertama kali yang datang langsung meninjau drainase di pemukimannya.
“Di zaman Pak Syamsuar inilah baru ada gubernur yang datang meninjau ke sini. Semoga ada perubahanlah setelah bapak gubernur melihat ini. Harapan kami secepatnya bisa teratasi,” pungkasnya.(*)


Berita Lainnya
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas