Pemprov Riau dan BI Gelar Pasar Murah, Warga Sangat Terbantu
PEKANBARU - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau menggelar pasar murah di Jalan Naga Sakti Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, Jumat 17 Mai 2024. Komoditas yang tersedia di pasar murah, seperti beras, telur ayam ras, tepung terigu, minyak goreng serta gula pasir. Semuanya dijual dengan harga yang jauh lebih rendah daripada harga pasar.
Beras merek Belida seberat 10 kilogram (kg) dijual seharga Rp128.000 sedangkan di pasar biasa harganya hampir Rp 150.000. Kemudian, minyak goreng Bimoli 2 liter seharga Rp33.000 sedangkan di pasar dijual seharga Rp38.000.
Lalu, Gula pasir 1 Kg merek Gulaku dijual seharga Rp16.000 sedangkan di pasar dijual seharga Rp18.000. Telur ayam ras sepapan (30 butir) dijual seharga Rp52.000 sedangkan di pasar dijual seharga Rp57.000.
Warga tampak semringah karena bisa mendapatkan harga sembako dengan harga miring. Leni (46) seorang warga setempat sampaikan sangat terbantu dengan diadakannya pasar murah tersebut.
"Senang dengan diadakannya pasar murah ini karena harga barang yang dijual sangat terjangkau dari yang biasanya kita beli di pasar, jadi sagat membantu untuk perekonomian keluarga," ujar Leni.
Ia mengaku, pasar murah ini telah dua kali diadakan di dusunnya. Dirinya berharap pemerintah dapat menyelenggarakan pasar murah ini minimal satu tahun sekali.
"Ini yang kedua kalinya pasar murah diadakan di wilayah ini dan sangat membantu sekali, harapan kami pasar murah ini bisa diadakan 1 tahun sekali untuk membantu masyarakat," tandasnya.


Berita Lainnya
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas
Bapenda Batam Jelaskan Mekanisme dan Tugas Kader Pajak di Lingkungan Masyarakat
Dua Desa di Pelalawan Bersatu Tolak KSO PT Agrinas Palma Nusantara, Warga: Lahan untuk Rakyat, Bukan Segelintir Orang
Monyet Biang Kerusuhan di Tembilahan Berhasil Dijebak , BBKSDA Lakukan Identifikasi
PWI Bengkalis Sorot Kepala UPT Samsat Bengkalis, Terkait Pemutihan Pajak
Sambutan Hangat Warga, Aksi Bagi Bendera Polsek Gaung Jadi Simbol Cinta NKRI
Pemilik PT WMI di Jakarta, Budi Nurhayati Tolak Penertiban Kawasan Hutan dan Pengelolaan Agrinas