MEDIALOKAL.CO — Kami baru mendapat kesempatan memegang langsung HONOR MagicPad 4, dan kesan pertama yang langsung terasa adalah bobotnya yang sangat ringan. Dengan berat hanya 450 gram dan ketebalan 4,8 mm, tablet ini terasa lebih seperti membawa dua smartphone daripada sebuah perangkat 12 inci. Bahkan stylus Magic-Pencil yang menyertainya pun tampak lebih tebal dari bodi tabletnya sendiri—sebuah pencapaian desain yang jarang terlihat di kelasnya.
Layar Hybrid OLED 3K: Paling Terang di Kelasnya?
Bagian paling menarik dari MagicPad 4 adalah panelnya. HONOR menyebutnya sebagai Hybrid OLED, teknologi yang mengklaim kontras lebih dalam dibanding LCD biasa. Resolusinya sudah 3K dengan refresh rate 165 Hz—angka yang biasanya hanya ada di tablet gaming premium.
Kecerahan puncak 2400 nits adalah angka yang sangat agresif. Ini bukan sekadar untuk kenyamanan menonton HDR, tapi juga membuat layar tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung. Untuk urusan kenyamanan mata, perangkat ini dibekali PWM dimming 5280 Hz yang seharusnya meminimalisir kedipan layar, mengurangi mata lelah saat dipakai berjam-jam. Ini fitur yang sering dicari pengguna yang sensitif terhadap layar OLED.
Performa Snapdragon 8 Gen 5: Seberapa Panas dan Cepat?
Ini poin utama yang membedakan MagicPad 4 dari kompetitornya. Snapdragon 8 Gen 5 adalah chipset pertama yang disematkan di tablet, biasanya chip ini diprioritaskan untuk smartphone flagship. Artinya, daya raw-nya sangat berlebih untuk sekadar menonton video atau browsing.
Dengan kombinasi RAM 16 GB plus 16 GB tambahan (virtual RAM), total memori yang tersedia mencapai 32 GB. Secara teori, ini memungkinkan belasan aplikasi berjalan bersamaan tanpa reload. Kami belum sempat menjalankan benchmark sintetis seperti AnTuTu atau Geekbench dalam sesi singkat ini, tapi secara logika, chipset ini akan meninggalkan jauh tablet berbasis Snapdragon 8 Gen 3 atau chip Dimensity di kelas harga yang sama.
Yang perlu diwaspadai adalah manajemen panas. Chipset flagship di bodi setipis 4,8 mm adalah kombinasi yang berisiko mengalami thermal throttling saat gaming berat. Ini catatan penting yang harus diuji lebih lanjut dalam review jangka panjang.
PC Mode: Pengganti Laptop yang Masuk Akal?
HONOR mempromosikan MagicPad 4 sebagai perangkat kerja. Saat keyboard case dipasang, total beratnya naik menjadi 852 gram—masih lebih ringan dari laptop ultrabook 14 inci kebanyakan. PC Mode yang disebutkan akan mengubah tampilan antarmuka menjadi mirip desktop, lengkap dengan jendela aplikasi yang bisa di-resize.
Ini skenario yang menarik untuk pekerja lapangan yang butuh perangkat ringan untuk mengetik dokumen dan presentasi. Namun, perlu diingat bahwa ekosistem aplikasi Android di PC Mode masih belum sepenuhnya menggantikan aplikasi desktop native Windows atau macOS. Ini tetap tablet Android yang "dipoles" agar terlihat seperti PC, bukan PC sesungguhnya.
Kelebihan & Kekurangan HONOR MagicPad 4
Berdasarkan data spesifikasi dan kesan awal, berikut ringkasannya:
- Kelebihan:
- Desain ultra tipis 4,8 mm dan ringan 450 gram—paling portabel di kelasnya
- Chipset Snapdragon 8 Gen 5 pertama di tablet, performa mentahnya luar biasa
- Layar Hybrid OLED 3K dengan refresh rate 165 Hz dan kecerahan 2400 nits
- RAM 32 GB (fisik + virtual) untuk multitasking berat
- Fitur PWM Dimming 5280 Hz ramah mata
- Yang Perlu Diperhatikan:
- Bodi setipis ini rawan panas saat gaming berat—perlu uji thermal lanjutan
- Harga pasti premium karena memakai chipset flagship terbaru
- PC Mode tetap berbasis Android, bukan pengganti laptop 100%
- Ketersediaan aksesori keyboard dan stylus di Indonesia perlu dicek—apakah dijual terpisah atau satu paket
Verdict Awal: Untuk Siapa Tablet Ini?
Dari apa yang terlihat, HONOR MagicPad 4 adalah perangkat yang sangat menggoda secara spesifikasi. Ini jelas untuk pengguna yang mengutamakan performa mentah dan portabilitas ekstrem—misalnya profesional yang sering berpindah tempat dan butuh perangkat untuk menonton konten, meeting, dan mengetik ringan.
Namun, kami belum bisa menyimpulkan apakah tablet ini layak dibeli sebelum menguji daya tahan baterai, suhu saat gaming, dan kualitas speaker-nya. Jika Anda sedang mempertimbangkan tablet flagship di atas Rp 10 jutaan, tunggu review lengkap kami sebelum memutuskan—terutama untuk melihat apakah performa Snapdragon 8 Gen 5 tetap stabil di bodi setipis ini.