Pencarian

Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Naik 20,7 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 07:01:01 WIB
Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Naik 20,7 Persen
Laba bersih konsolidasi Bank Mandiri tercatat Rp45,5 triliun hingga akhir September 2026 atau tumbuh 20,7 persen secara tahunan.

MEDIALOKAL.CO — Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga akhir September 2026, tumbuh 20,7 persen secara tahunan. Pencapaian itu ditopang pendapatan yang menguat dan biaya operasional yang turun 9,03 persen di tengah tekanan biaya dana industri perbankan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita W. Anggraini menyebut pertumbuhan bisnis yang solid, efisiensi, dan pengelolaan kualitas aset sebagai tiga faktor utama peningkatan kinerja perseroan pada kuartal III 2026. Pertumbuhan kredit dan aktivitas transaksi ikut menopang pendapatan perusahaan.

Total pendapatan Bank Mandiri tumbuh 8,54 persen menjadi Rp90,6 triliun. Angka itu ditopang pendapatan bunga bersih Rp61,2 triliun dan pendapatan nonbunga yang melesat lebih tinggi, yakni 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun.

Pendapatan Nonbunga Tumbuh Lebih Cepat

Pendapatan bunga bersih Bank Mandiri naik 6,20 persen menjadi Rp61,2 triliun. Laju pertumbuhannya lebih moderat dibanding pendapatan nonbunga seiring dinamika kenaikan biaya dana di industri perbankan.

“Pendapatan tumbuh sehat sebesar 7,08 persen secara tahunan menjadi Rp97,3 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit yang solid. Di saat yang sama, pendapatan nonbunga tumbuh lebih tinggi sebesar 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan layanan perbankan,” ujar Novita dalam Paparan Publik Kinerja Bank Mandiri Kuartal III 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Diversifikasi sumber pendapatan itu membuat total pendapatan perseroan tetap tumbuh solid. Novita menegaskan pertumbuhan pendapatan berjalan seiring peningkatan efisiensi operasional yang konsisten.

Biaya Operasional Turun 9 Persen

Dari sisi belanja, biaya operasional Bank Mandiri turun 9,03 persen menjadi Rp32,7 triliun. Penurunan itu menjadi salah satu penopang utama lonjakan laba bersih konsolidasi.

Efisiensi juga terlihat dari rasio biaya terhadap pendapatan atau cost-to-income ratio (CIR) yang berada di level 36,1 persen. Angka itu menunjukkan pengelolaan biaya menjadi kunci menjaga profitabilitas saat perusahaan berekspansi.

Kualitas kredit ikut membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) Bank Mandiri tercatat 0,98 persen, menandakan kualitas aset tetap terjaga seiring pertumbuhan penyaluran kredit.

“Kedua, ekspansi bisnis diiringi dengan kualitas aset yang semakin sehat. Rasio NPL turun menjadi 0,98 persen, CIR (cost-to-income ratio) pada level 36,1 persen,” ujar Novita.

Aset Tumbuh 20,1 Persen

Total aset Bank Mandiri tumbuh 20,1 persen secara tahunan hingga kuartal III 2026. Pertumbuhan itu didukung kenaikan kredit 16,0 persen dan dana pihak ketiga (DPK) 17,7 persen.

Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri membukukan return on equity (ROE) 23,6 persen dan return on assets (ROA) 2,99 persen. Permodalan tetap terjaga dengan capital adequacy ratio (CAR) 18,4 persen, menjadi bantalan bagi perseroan untuk berekspansi sekaligus mengelola risiko.

Novita menilai capaian itu mencerminkan hasil transformasi bisnis dan digitalisasi yang dijalankan Bank Mandiri. Perseroan berupaya mempertahankan profitabilitas melalui pengelolaan pendapatan, biaya, dan risiko secara disiplin.

“Dengan pendapatan yang semakin kuat dan terdiversifikasi, efisiensi yang terus meningkat, serta kualitas aset yang terjaga, Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi nasabah dan investor, kombinasi NPL di bawah 1 persen dan CAR 18,4 persen menempatkan Bank Mandiri pada posisi yang relatif aman di tengah ketatnya persaingan dana di industri perbankan nasional.

Sumber: ekonomi.republika.co.id

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks