Pencarian

Tanggapi Pemecatan Waketum & Sekjen PPP, Tokoh PPP Rusli Effendi: “Saya Tak Ikutan, Jujur Menyedihkan

Kamis, 29 Oktober 2026 • 14:34:03 WIB
Tanggapi Pemecatan Waketum & Sekjen PPP, Tokoh PPP Rusli Effendi: “Saya Tak Ikutan, Jujur Menyedihkan
Tokoh PPP Rusli Effendi sesalkan pemecatan Waketum dan Sekjen: jujur menyedihkan.

Ringkasan AI

  • Tokoh PPP Rusli Effendi menyampaikan keprihatinan atas kabar pemecatan Waketum dan Sekjen PPP.

  • Rusli mengaku sedih dan malu terhadap dinamika internal partai berlambang Ka'bah tersebut.

  • Rusli menegaskan dirinya tidak terlibat dalam keputusan Rakornas yang dipimpin Ketum Mardiono karena sudah bukan pengurus.

  • Rusli berharap PPP tetap solid, menjaga marwah partai, dan tidak terjebak konflik berkepanjangan.

  • Rusli menilai peristiwa ini tidak hanya menyedihkan tetapi juga menjadi sejarah baru dan menimbulkan rasa malu.

*Ringkasan ini dibuat dengan bantuan AI

JAKARTA — Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menjadi perhatian. Menanggapi kabar mengenai pemecatan Wakil Ketua Umum (Waketum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, tokoh PPP Rusli Effendi yang juga WAKETUM DPP PPP Priode lalu menyampaikan keprihatinannya.

Rusli mengaku  ikut merasakan kesedihan serta malu atas situasi yang terjadi di internal partai berlambang Ka'bah tersebut.

“Saya GA' ikutan, jujur menyedihkan,” ujar Rusli Effendi saat ditanya awak media lewat telpone ".

Pernyataan Rusli muncul di tengah dinamika organisasi PPP yang dalam beberapa waktu terakhir memang diwarnai perbedaan pandangan dan persoalan internal. Pada 2025, Rusli pernah mengingatkan kader PPP agar menjaga marwah  partai dan tidak memperpanjang konflik internal.

Menurut Waketum PPP sebelum nya Rusli, dinamika dalam sebuah organisasi politik merupakan sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun, setiap persoalan semestinya diselesaikan melalui mekanisme organisasi, musyawarah, dan muafakat serta tentunya dengan aturan yang berlaku.

Sebelumnya, Rusli juga pernah menyampaikan bahwa PPP merupakan organisasi yang dinamis dan mekanisme pergantian kepengurusan telah diatur dalam AD/ART partai.

Ia berharap persoalan yang terjadi saat ini tidak semakin melebar dan dapat diselesaikan dengan mengutamakan kepentingan partai.

“kemaren itu keputusan Rakornas yang diketuai langsung Ketum Mardiono . Saya tidak ikut , dikarenakan memang bukan pengurus lagi. Sebagai orang yang dilahirkan dari rahim PPP dan dibesarkan oleh naluri kekeluargaan partai PPP , Yang paling penting bagaimana PPP ke depan tetap solid, menjaga marwah partai, dan tidak terjebak kembali dalam konflik serta ego tertentu yang berkepanjangan,” demikian pesan yang disampaikan dalam konteks dinamika internal PPP.

Rusli sebelumnya juga pernah mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat menjauhkan partai dari masyarakat. Dalam konteks Muktamar X PPP pada 2025, ia menyerukan agar kader menahan diri dan mengedepankan kesantunan dalam menghadapi perbedaan.

Kejadian ini tidak hanya menyedihkan , tapi sejarah baru dan kalau kita boleh jujur malu kita. ( Ungkap Rusli Effendi)".

 

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks