Pencarian

PLN EPI Alirkan Gas Natuna ke Batam, Pasokan Pembangkit Lebih Aman

Rabu, 28 Oktober 2026 • 06:41:31 WIB
PLN EPI Alirkan Gas Natuna ke Batam, Pasokan Pembangkit Lebih Aman
PLN EPI mulai mengalirkan gas bumi dari Natuna ke Batam melalui pipa WNTS–Pemping pada Selasa (27/10).

MEDIALOKAL.CO — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai mengalirkan gas bumi dari Natuna ke Batam melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping pada Selasa (27/10) pukul 00.25 WIB. Langkah ini menandai beroperasinya jalur pasokan alternatif bagi pembangkit listrik PLN Batam di tengah pemeliharaan fasilitas Jambi Merang. Bagi pelanggan di Batam, tambahan pasokan gas ini menjaga keandalan listrik tanpa harus bergantung pada satu sumber.

Pengaliran gas langsung dilanjutkan dengan peningkatan laju alir secara bertahap atau ramping up hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menuju Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB. Capaian ini bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.

PLN EPI menjalankan proyek ini sebagai tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa WNTS–Pemping. Tujuannya memperkuat akses pasokan gas bumi bagi kebutuhan domestik.

Kado untuk Kelistrikan Nasional

Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyebut keberhasilan ini sebagai langkah strategis dalam menjalankan penugasan pemerintah. Menurutnya, konektivitas WNTS–Pemping membuka akses pemanfaatan gas dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit.

"Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah. Konektivitas WNTS–Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha," ujar Rakhmad dalam keterangannya, Rabu (28/10).

Menutup Celah Saat Jambi Merang Dirawat

Dalam jangka pendek, pengaliran gas melalui WNTS–Pemping membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana atau turnaround fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026. Jalur pasokan alternatif ini memberi fleksibilitas pengelolaan energi primer sekaligus menjaga kontinuitas operasional pembangkit di Batam.

Infrastruktur WNTS–Pemping menghubungkan titik sambung jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer berdiameter 16 inci itu memiliki kapasitas desain mencapai 300 MMSCFD.

PLN EPI memegang dua persetujuan untuk mengoperasikan infrastruktur tersebut. Pertama, Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berdasarkan Keputusan Nomor 088/KT.KOM/BPH.DGB/2026 yang berlaku hingga 17 Oktober 2046. Kedua, Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM yang diterbitkan pada 26 Oktober 2026.

Jaminan Pasokan hingga 2027

Penyelesaian WNTS-Pemping ditujukan memperkuat kepastian pasokan gas jangka panjang bagi kelistrikan. Jalur ini akan menyalurkan gas dari Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) yang ditandatangani pada 11 Juli 2025.

Gas tersebut berasal dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung dan direncanakan mulai mengalir pada 2027 sebesar 111 MMSCFD selama delapan tahun. Dengan terhubungnya WNTS-Pemping, pengembangan lapangan-lapangan baru di wilayah Natuna dapat disalurkan untuk kebutuhan domestik.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyatakan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi sejak pembangunan infrastruktur hingga pengaliran gas. Menurutnya, koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar setiap tahapan pekerjaan berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepatuhan terhadap ketentuan.

"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah, PLN Group, seluruh mitra, serta dedikasi tim yang mengawal setiap tahapan pekerjaan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pengaliran gas Natuna untuk mendukung keandalan kelistrikan Batam," ujar Erma.

Keberhasilan ini melibatkan sinergi Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), BPH Migas, dan SKK Migas. Kolaborasi juga melibatkan PT PLN (Persero), PT PLN Batam, para produsen gas wilayah Natuna, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), PT Medco E&P Natuna Ltd, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pelayanan Energi Batam (PEB), dan PT Batam Trans Gasindo (BTG).

Bagi PLN EPI, pengoperasian WNTS–Pemping menjadi bagian dari transformasi perusahaan dari penyedia energi primer menuju penyedia solusi energi primer terintegrasi. Pipa 4,5 kilometer ini memang kecil dibanding kapasitas jaringan gas nasional, tetapi posisinya sebagai penghubung pertama gas Natuna ke pembangkit Batam membuatnya krusial bagi peta pasokan energi domestik.

Sumber: dunia-energi.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks