Advetorial
Kue Kikicak Khas Suku Banjar Yang Digemari Warga Inhil
TEMBILAHAN.medialokal.co-Indragiri Hilir memiliki beraneka ragam kuliner jaman dahulu yang hingga kini masih eksis salah satunya adalah Kue Kikicak berasal dari Suku Banjar, jum'at (17/03).
Kue Kikicak sepertinya terdengar cukup asih dikalangan generasi zaman sekarang. Dimana kuliner ini merupakan makanan khas yang dimiliki oleh suku Banjar kalimantan selatan yang tinggal di Indragiri Hilir. Biasanya kue ini bisa kita temukan diacara-acara bernuansa Islami, Adat dan juga perkumpulan keluarga besar yang datang berkunjung.
Adapun bahan yang digunakan untuk membuat Kue Kikicak terdiri dari, Tepung ketan, soda kueh, Gula pasir, Gula merah, Satu sendok makan Garam, Kelapa Tua dan juga untuk pewaninya dengan Daun pandan.
Apabila semua bahan telah terkumpul, makan mulailah memasukkan tepung kedalam wadah dan jangan lupa tambahkan air secukupnya, garam serta tambahkan soda kuehnya.
Proses selanjutnya adalah menggiling adonan menjadi hingga berbentuk seperti Bola-bola, lalu parut kelapa tua sesuai yang diinginkan. Setelah selesai memarut kelapa jangan lupa untuk menambahkan air secukupnya agar tidak terlalu kental. masukkan pecahan telur dan aduk hingga merata dan hanya tersisa santan saja.
Langkah terakhir adalah, dengan memasukkan santan ke dalam panci, kemudian masukkan adonan yang telah di buat menjadi bulat seperti Bola-bola. Apabila adonan telah berada didalam panci jangan lupa untuk masukkan gula putih dan gula merah yakni sebagai pewarna makanan agar terlihat nikmat saat di santap. Tunggu hingga beberapa menit sampai adonan tersebut mengapung diatas panci tandanya Kue Kikicak telah siap untuk disajikan.(Adt)


Berita Lainnya
Satpolairud Polres Inhil Hadir di Seberang Tembilahan, Nelayan Terima Bantuan dan Bibit Mangrove dalam Ekspedisi Merah Putih Presisi
Waspada Monyet Liar, Disdik Inhil Berlakukan Belajar dari Rumah Untuk 9 Sekolah
BREAKING NEWS: Korban Serangan Monyet di Tembilahan Bertambah Jadi 17 Orang, Warga Jl. Tampomas Jadi Korban Terbaru
Luka di Kepala dan Tangan, Ini Kisah Sutikno Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Hilir
Belum Penuhi Seluruh Persyaratan, MUI Kecamatan dan FKUB Belum Rekomendasikan Perubahan Status Surau Minhajus Sunnah
Dosen UNISI Bangun Kolaborasi dengan Guru Besar FTUI, Bahas Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan Bayi Prematur
Satpolairud Polres Inhil Hadir di Seberang Tembilahan, Nelayan Terima Bantuan dan Bibit Mangrove dalam Ekspedisi Merah Putih Presisi
Waspada Monyet Liar, Disdik Inhil Berlakukan Belajar dari Rumah Untuk 9 Sekolah
BREAKING NEWS: Korban Serangan Monyet di Tembilahan Bertambah Jadi 17 Orang, Warga Jl. Tampomas Jadi Korban Terbaru
Luka di Kepala dan Tangan, Ini Kisah Sutikno Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Hilir
Belum Penuhi Seluruh Persyaratan, MUI Kecamatan dan FKUB Belum Rekomendasikan Perubahan Status Surau Minhajus Sunnah
Dosen UNISI Bangun Kolaborasi dengan Guru Besar FTUI, Bahas Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan Bayi Prematur