Jaga Keandalan Listrik, PLN Lakukan Pemeliharaan Jalur Transmisi SUTT 150 kV Rengat-Tembilahan
Pekanbaru - Tim Pemeliharaan PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Pasir Putih UPT Pekanbaru lakukan pemeliharaan rutin dua tahunan bay penghantar (transmisi) SUTT 150 kV di lokasi Gardu Induk (GI) Rengat pada Selasa (22/8).
"Bay penghantar SUTT 150 kV merupakan salah satu komponen utama pada sistem penyaluran atau transmisi tenaga listrik," ujar Manager PLN ULTG Pasir Putih, Edy Suranta Ginting.
Ia mengatakan pelaksanaan pemeliharaan rutin tersebut bertujuan untuk meningkatkan layanan dan menjaga keandalan kelistrikan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
"Bay penghantar tersebut untuk rute PHT Rengat – Tembilahan. Pekerjaan ini dilakukan rutin sesuai jadwal dua tahunan dan sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Edy.
Pelaksanaan pemeliharaan berdasarkan tahapan proses dilakukan sesuai Standard Operating Procedure (SOP), tahapan proses meliputi pekerjaan pengujian serta pemeriksaan alat dan peralatan sistem transmisi 150 kV.
Pada kesempatan berbeda, Asisstant Manager Konstruksi dan Penyaluran PLN UPT Pekanbaru, Firdaus Ridwan, yang bertindak selaku Direksi Pekerjaan, menghimbau setiap personil di lapangan agar memperhatikan SOP pekerjaan dan mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku sebagai bentuk penyemangat dan komitmen penerapan budaya K3 di lingkungan PLN, khususnya PLN UIP3B Sumatera.
“Dengan semangat kerja keras, komunikasi, dan koordinasi dalam setiap pekerjaan antara UPT Pekanbaru, ULTG Pasir Putih, dan UP2B Sumatera Bagian Tengah, pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu. Hal ini merupakan upaya PLN untuk menyalurkan listrik yang andal kepada masyarakat tanpa gangguan dan pemadaman," tutup Firdaus. Advertorial


Berita Lainnya
Waspada Monyet Liar, Disdik Inhil Berlakukan Belajar dari Rumah Untuk 9 Sekolah
BREAKING NEWS: Korban Serangan Monyet di Tembilahan Bertambah Jadi 17 Orang, Warga Jl. Tampomas Jadi Korban Terbaru
Luka di Kepala dan Tangan, Ini Kisah Sutikno Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Hilir
Belum Penuhi Seluruh Persyaratan, MUI Kecamatan dan FKUB Belum Rekomendasikan Perubahan Status Surau Minhajus Sunnah
Dosen UNISI Bangun Kolaborasi dengan Guru Besar FTUI, Bahas Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan Bayi Prematur
Setelah Penyelidikan Mendalam, Polres Siak Ungkap Penyebab Kematian dr. Alex
Waspada Monyet Liar, Disdik Inhil Berlakukan Belajar dari Rumah Untuk 9 Sekolah
BREAKING NEWS: Korban Serangan Monyet di Tembilahan Bertambah Jadi 17 Orang, Warga Jl. Tampomas Jadi Korban Terbaru
Luka di Kepala dan Tangan, Ini Kisah Sutikno Korban Serangan Monyet Liar di Tembilahan Hilir
Belum Penuhi Seluruh Persyaratan, MUI Kecamatan dan FKUB Belum Rekomendasikan Perubahan Status Surau Minhajus Sunnah
Dosen UNISI Bangun Kolaborasi dengan Guru Besar FTUI, Bahas Inovasi Teknologi untuk Layanan Kesehatan Bayi Prematur
Setelah Penyelidikan Mendalam, Polres Siak Ungkap Penyebab Kematian dr. Alex