Pencarian

Pemko Pekanbaru Cepat Tanggap Lindungi Siswa dari Asap

Disdik Riau Dinilai Lambat dan Tak Paham Kondisi

Senin, 07 September 2026 • 07:41:56 WIB
Disdik Riau Dinilai Lambat dan Tak Paham Kondisi
Pemko Cepat, Disdik Riau Lambat Tangani Asap

PEKANBARU, MEDIALOKAL.CO — Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan respons cepat dan peka terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk drastis akibat kabut asap, sementara Dinas Pendidikan Provinsi Riau justru dinilai lambat bertindak dan seolah tidak memahami dampak nyata yang dirasakan warga maupun siswa di lapangan.

Senin pagi (7/9/2026), saat kualitas udara Pekanbaru mencatatkan angka AQI mencapai 168 atau masuk kategori Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru segera mengeluarkan kebijakan tegas: seluruh jenjang pendidikan PAUD hingga SMP diwajibkan melaksanakan pembelajaran daring selama dua hari berturut-turut, 7–8 September 2026. Keputusan ini diambil demi melindungi kesehatan ratusan ribu siswa dari paparan asap berbahaya yang menyelimuti kota.

Sebaliknya, hingga pagi ini Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang membawahi jenjang SMA, SMK, dan SLB belum mengeluarkan kebijakan serupa. Padahal data menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 88–104 µg/m³, jauh melampaui ambang batas aman. Ribuan siswa tingkat SMA/SMK terpaksa tetap harus berangkat ke sekolah di tengah udara yang tidak layak dihirup.

Ketua Forum Wartawan Pendidikan (Forwadik) Riau, Munazlen Nazir, menilai ketimpangan respons ini sangat mencolok. 

"Pemko Pekanbaru memahami bahaya nyata yang ada di depan mata dan segera bertindak melindungi anak-anak. Sementara itu Disdik Riau seakan tidak peka, bahkan terkesan tidak paham betapa buruknya kondisi udara saat ini," ujarnya.

"Kita melihat sendiri udara Pekanbaru pekat berasap, jarak pandang hanya beberapa kilometer. Kalau Pemko bisa cepat mengambil keputusan, mengapa instansi di tingkat provinsi justru diam saja? Apakah mereka tidak melihat atau tidak mau melihat kondisi yang sebenarnya?" tambahnya.

Belum adanya arahan resmi dari Disdik Riau membuat banyak sekolah SMA/SMK bingung menentukan sikap. Sebagian sekolah terpaksa mengambil keputusan sendiri secara mandiri, namun sebagian besar masih tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka penuh karena belum ada panduan dari atas.

Padahal kondisi fisik siswa sudah mulai terganggu: batuk, sesak napas, hingga iritasi mata mulai dilaporkan di sejumlah sekolah.

Kebijakan Pemko Pekanbaru yang cepat dan tepat sasaran menjadi bukti bahwa penyesuaian pembelajaran bisa dilakukan segera jika ada kepekaan dan kepedulian terhadap keselamatan warga. Sebaliknya kelambanan Disdik Riau justru menempatkan siswa dan tenaga pendidik pada risiko kesehatan yang tidak perlu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun kebijakan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait penyesuaian pembelajaran akibat kabut asap yang melanda Riau.

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Rimba Arung/Munazlen Nazir

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks