MEDIALOKAL.CO — Koreksi pada penutupan akhir pekan tersebut mengonfirmasi tren pelemahan sang instrumen lindung nilai secara keseluruhan. Secara kumulatif, harga emas terpangkas 0,46% secara point-to-point sepanjang lima hari perdagangan bursa internasional.
Ledakan Angka Non-Farm Payrolls AS Tekan Logam Mulia
Sentimen negatif utama yang langsung memukul harga emas bersumber dari laporan ketenagakerjaan teranyar yang diterbitkan US Bureau of Labor Statistics. Pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam menunjukkan ketahanan yang jauh melampaui estimasi awal para analis ekonomi.
Perekonomian AS tercatat sukses mencetak 162.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payrolls/NFP) sepanjang periode Agustus. Realisasi ini melesat tajam dari capaian bulan sebelumnya yang hanya menyentuh 21.000 lapangan kerja.
Angka penciptaan kerja tersebut bahkan hampir tiga kali lipat melampaui konsensus proyeksi pasar yang hanya mematok target di level 56.000. Data ketenagakerjaan yang solid ini memicu penguatan dolar AS sekaligus menekan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) seperti emas batangan.
Tingkat Pengangguran Bertahan di Level 4,1%
Di sisi lain, parameter ketenagakerjaan AS lainnya memperlihatkan kestabilan tanpa adanya pergeseran kurva. Tingkat pengangguran (unemployment rate) AS pada Agustus dilaporkan berada di angka 4,1%.
Angka tersebut tidak mengalami perubahan alias flat dibandingkan posisi Juli. Kondisi riil sektor tenaga kerja yang stabil ini meredam kekhawatiran resesi mendalam, sekaligus mempersempit ruang spekulasi pasar terkait potensi penurunan suku bunga acuan The Fed dalam waktu dekat.
Bagi pelaku pasar modal dan investor ritel domestik, pelemahan harga komoditas global ini menjadi acuan penting untuk mengukur valuasi portofolio fisik maupun reksa dana berbasis komoditas. Dinamika rilis data makroekonomi AS berikutnya diproyeksikan masih menjadi kompas utama pergerakan instrumen safe haven ini.
Investasi mengandung risiko.