Pencarian

Pemerintah Kaji Bensin dari Batu Bara, Teknologi Coal-to-Liquid Sudah Dipakai Jerman dan Afrika Selatan

Selasa, 22 September 2026 • 08:41:02 WIB
Pemerintah Kaji Bensin dari Batu Bara, Teknologi Coal-to-Liquid Sudah Dipakai Jerman dan Afrika Selatan
Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan keterangan mengenai rencana produksi bensin dari batu bara di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

MEDIALOKAL.CO — Kementerian ESDM menyatakan rencana produksi bensin berbahan dasar batu bara masih dalam tahap evaluasi teknologi, bukan program yang langsung berjalan tahun ini. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno menyebut teknologi coal-to-liquid sudah lama dipakai Jerman dan perusahaan Afrika Selatan, Sasol Ltd. Pemerintah belum menetapkan mitra negara maupun jadwal pencairan anggaran untuk proyek ini.

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM menegaskan rencana pengolahan batu bara menjadi bensin bukan gagasan baru. Teknologi mengubah batu bara menjadi bahan bakar cair, yang dikenal sebagai coal-to-liquid, sudah dikembangkan dan digunakan sejumlah negara sejak puluhan tahun lalu.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026). Ia menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam, termasuk memproduksi bensin dari batu bara.

Jerman dan Afrika Selatan Jadi Contoh Penerapan

Tri menyebut Jerman Timur pernah mengubah batu bara menjadi minyak karena tidak memiliki sumber minyak bumi. Menurutnya, hasil olahan itu digunakan untuk kebutuhan bahan bakar tank.

"Jadi gini, kalau di dunia ini dimulai coal-to-liquid itu sudah lama. Bahkan di Jerman itu pada saat Jerman Timur itu mereka merubah karena di Jerman Timur enggak ada sumber minyak, mereka merubah yang batu bara menjadi minyak untuk tank," ujar Tri.

Selain Jerman, Tri merujuk perusahaan asal Afrika Selatan, Sasol Ltd., yang disebutnya masih memproduksi sekitar 300 ribu barel per hari dari batu bara. Sasol mengembangkan teknologi itu ketika negaranya terkena sanksi politik apartheid dari sejumlah negara.

"Terus kemudian kita lihat Sasol misalnya di Afrika Selatan. Dulu dia kena politik apartheid, terus di-ban oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batubara, Sasol itu sampai sekarang sekitar kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau itu," jelas Tri.

Mitra Teknologi Masih Dievaluasi

Soal negara yang akan menjadi mitra pengembangan, Tri mengatakan pemerintah masih melakukan evaluasi. Pertimbangan utama bukan asal negara, melainkan jenis teknologi yang akan dipakai.

"Nanti beberapa sedang dievaluasilah. Tentang negaranya kan enggak terlalu ini, yang penting teknologinya lah," kata Tri.

Hingga pernyataan itu disampaikan, belum ada keputusan soal mitra, skema investasi, maupun jadwal produksi. Informasi resmi lanjutan dapat diakses melalui kanal Kementerian ESDM.

Latar Belakang Rencana

Rencana ini muncul setelah pemerintah mengembangkan solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50 persen atau B50. Presiden Prabowo Subianto menyebut langkah itu sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Yang Perlu Dipahami Masyarakat

Rencana bensin dari batu bara belum masuk tahap produksi komersial. Tidak ada informasi soal harga jual, volume produksi, atau dampaknya terhadap harga bahan bakar di SPBU dalam waktu dekat.

Masyarakat sebaiknya tidak mempercayai informasi yang menjanjikan pencairan bantuan, subsidi, atau kompensasi terkait program ini. Program energi pemerintah hanya diumumkan melalui kanal resmi Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. Laporkan setiap indikasi penipuan berkedok proyek energi ke kanal pengaduan resmi pemerintah.

Sumber: finance.detik.com

Follow medialokal.co

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks